Yordania Tolak Hizbut Tahrir

Hibut Tahrir adalah partai politik yang berideologi Islam. Politik merupakan aktivitasnya, dan Islam sebagai ideologinya (mabda’). Hibut Tahrir bergerak ditengah-tengah umat dan bersama-sama mereka berjuang untuk menjadikan Islam sebagai perkara utamanya, serta membimbing mereka untuk mendirikan kembali sistem Khilafah dan menegakkan hukum berdasarkan apa yang telah diturunkan Allah di dalam realita kehidupan ini.

Hibut Tahrir merupakan kelompok politik, bukan kelompok yang bersandar pada aspek spiritual semata, bukan lembaga ilmiah, bukan lembaga pendidikan (akademis), bukan lembaga sosial. Ide-ide Islam menjadi jiwa, inti, sekaligus sebagai rahasia kelangsungan kelompoknya. Hibut Tahrir merupakan salah satu gerakan Islam kontemporer yang cukup besar pengaruhnya di dunia Islam.

Berbeda dengan gerakan Islam lainnya, Hizbut Tahrir mengklaim dirinya sebagai partai politik. Namun berbeda dengan partai politik pada umumnya, Hizbut Tahrir adalah partai politk Islam yang berbasis pada transnasionalisme. Pengakuan ini berhubungan dengan cita-cita politiknya yang mengupayakan seluruh dunia Islam berada di dalam satu sistem kekuasaan politik yang disebut Khilafah.

Kenapa HTI di tolak di Yordania ?

Berangkat Pada tahun 1951 ketika al-Nabhani pindah ke Amman, Yordania dan mengajar di Fakultas Ilmu-ilmu Islam (al-Kulliyah al-‘ilmiyyah alIslāmiyyah) sampai tahun 1953. Pada tahun 1953 dia berhenti mengajar dan mendirikan Hizbut Tahrir. Departemen Dalam Negeri Yordania ternyata tidak memberi izin pendirian partai tersebut dan aktivitasnya dianggap ilegal.

Namun demikian, al-Nabhani tetap bersiteguh untuk melanjutkan misinya menyebarkan risalah yang telah dia tetapkan sebagai asas-asas bagi partainya. Oleh karena itu, dia kemudian menjalankan aktivitas secara rahasia dan segera membentuk Dewan Pimpinan Hizbut Tahrir yang baru, di mana dia sendiri yang menjadi pucuk pimpinannya. Dia menjalankan aktivitasnya secara berpindah-pindah karena dimusuhi oleh pemerintah dan terus memegang kepemimpinan Hizbut Tahrir sampai wafatnya  pada 1398 H/1977 M.

Sisi lain penolakan terjadi karena lantaran Gerakan ini sangat menggangu gerakan kepemerintahan yordania yang sah, seingga pemerintah tidak mengakui status hukum HT dan pengusiran Taqiyudin,  pada tahun 1968 dan 1969, HT dituduh mendalangi kudeta militer yang gagal di Yordania. Oleh Pemerintah Yordania, HT dituduh memprovokasi sejumlah anggota militer simpatisan HT untuk melakukan kudeta terhadap pemerintah dan kekuasaan yang ada.

Latest articles

Related articles

Leave a reply

Please enter your comment!
Please enter your name here

1 × 1 =