Ancaman Teroris di Tengah Wabah Covid-19

Genderang perang sudah kembali di bunyikan oleh kelompok teroris di Indonesia, ditengah pemerintah dan masyarakatnya yang sedang bahu membahu melawan serangan covid-19 yang terus mewabah di negeri ini.

Di beberapa akun twitter beredar video yang berisi ancaman Mujahidin Poso kepada bantuan polisi (Banpol) dan negara Indonesia, diantaranya adalah akun @spider_id dan juga akun milik Politisi Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Dedek Prayudi @uki23

Dalam video yang berdurasi 59 detik, seorang pria yang menutupi rambut kepalanya dengan kain sorban dan wajah yang dipenuhi brewok menyampaikan orasinya dengan di awali salam kepada mujahidin Indonesia untuk teguh dan bersabar dijalan jihad dalam memerangi musuh-musuh Allah dimanapun berada.

sungguh kemenangan semakin dekat waktunya bahwa thogut akan jatuh tersungkur karena corona dan kesulitan, insya Allah dalam waktu dekat,

selain itu dalam orasinya juga memberikan ancaman kepada Banpol (Bantuan Polisi) di Sulawesi Tengah dan di Poso akan kami potong batang lehernya  Bismillah dalam waktu dekat insya Allah,

lihat saja ini hari ini kami telah memotong leher Banpol di daerah ini karena mereka bekerjasama dengan para toghut dalam memerangi mujahidin, insya Allah kedepan teman-teman mereka akan kami susulkan ke neraka jahanam, bismillah, Takbir!! Lalu disusul sambutan takbir pula oleh orang-orang yang berada di depan sang orator tersebut.

Link Video : https://twitter.com/i/status/1251308316342448129

Video tersebut beredar pada Jumat, 17 April 2020 di Twitter. Sontak video tersebut menjadi pemberitaan di banyak media, hingga kemudian pada tanggal 20 April 2020 kejelasan siapa pria dalam video tersebut terkuak, Melalui Tagar.id – Pengamat Intelijen dan Teroris, Stanislaus Riyanta memastikan teroris Poso dalam video viral yang mengancam bantuan polisi (Banpol) di Sulawesi Tengah, merupakan kelompok teroris pimpinan Mujahidin Indonesia Timur (MIT), yakni Ali Ahmad alias Ali Kalora yang merupakan pengganti Santoso yang sudah tewas tertembak satgas Tinombala,”

Menurut Stanislaus, video tersebut muncul sebagai respons MIT atas peristiwa penembakan terhadap dua anggota teroris oleh Polisi di jalan lingkar wilayah Kayamaya, Poso, Sulawesi Tengah.

Penembakan dua anggota MIT, kata Stanislaus, terjadi usai pengejaran yang dilakukan polisi terhadap dua pelaku penembakan seorang petugas kepolisian di salah satu pos jaga di dekat Bank Mandiri Syariah Poso. video pengancaman terhadap Banpol semata-mata bertujuan untuk menebar teror dan menarik simpati masyarakat terhadap kelompok MIT

Bahaya terorisme di negeri ini masih terus mengintai, menunggu semua lengah dan mereka akan melakukan aksinya. pandemi yang melanda negeri ini menjadi satu momentum bagi mereka untuk bergerak. waspadalah..!!!

Latest articles

Related articles

Leave a reply

Please enter your comment!
Please enter your name here

12 − 3 =