Langkah Arab Saudi Memerangi Teroris

Whatsapp Pinterest LinkedIn Tumblr +

Arab Saudi merupakan negara monarki yang berasaskan Islam dan menjadikan Islam sebagai hukum positifnya, negara ini sangat keras terhadap segala kelompok teroris termasuk terorisme atas nama agama, dalam tulisan ini akan di uraikan bagaimana cara Arab Saudi memerangi teroris.

Kejadian teror di berbagai negara telah menyebabkan kerugian yang cukup besar, baik dari segi materil maupun moril, dampak dari tindakan teror yang dilakukan kelompok-kelompok teroris dipenjuru dunia sangat mengerikan, banyak nyawa tanpa dosa bergelimpangan, berbagai aktifitas positif masyarkat terhenti, kelaparan dan pengungsian terjadi dimana-mana dan lain sebagainya.

setiap negara memiliki cara yang berbeda dalam menangani kelompok teroris. Arab Saudi tidak mengenal sistem demokrasi, tidak ada kebebasan berpendapat bahkan berdemonstrasi bagi Arab Saudi adalah larangan, namun faktanya dengan ketatnya aturan yang ada, Arab Saudi tidak bisa membebaskan negaranya dari kelompok ekstrimis dan radikal bahkan teroris, berbagai kasus radikalisme dan terorisme sering terjadi di Arab Saudi.

Langkah Saudi memerangi Terorisme

Cara Arab Saudi memerangi Teroris sebagaimana disampaikan oleh Osama bin Mohammed Abdullah Al Shuaibi ada tiga yaitu:

  1. Melakukan edukasi kepada masyarakat tentang bahaya terorisme melalu media sosial, hal ini didasarkan pada fakta bahwa kelompok teroris telah menjadikan media sosial sebagai media propaganda mereka dalam menyebarkan paham-paham ekstrimnya, sehingga pemerintah Saudi menganggap penting untuk melakukan kontra narasi terhadap kelompok ekstrimis.
  2. Melakukan deradikalisasi dengan memberikan pemahaman islam yang benar kepada masyarkat.
  3. Menghentikan pertumbuhan sel-sel tidur kelompok teroris. Cara ini dilakukan agar kelompok teroris tidak mendapat kesempatan berkembang biak dan akhirnya akan merepotkan negara.

Terbukti Arab Saudi langsung menetapkan kelompok ekstrim yang melakukan demo dan perlawanan terhadap aparat dengan sebutan teroris sebagaimana yang disematkan pada Syekh Nimr baqr Nimr yang sering melakukan pergerakan melawan pemerintah Arab Saudi, semenjak 2011.

Berbagai aksi protes yang dilakukan oleh Syekh Nimr dan pengikutnya membuat kerajaan Arab Saudi berang akhirnya dia dan pengikutnya ditangkap kemudian dijatuhi hukuman mati dan di eksekusi pada 02/1/2016.

Hukum pancung dan salib sebagai upaya memerangi terorisme

Sebagai Syok Therapy pemerintah Arab Saudi melakukan hukuman yang sangat ekstrim terhadap mereka yang divonis sebagai teroris, disamping dipenggal kepalanya tubuh mereka juga disalib di sebagai peringatan untuk masyarakat.

Hukuman ini banyak mengundang kritik dari berbagai kalangan, termasuk aktifis HAM namun Arab Saudi tetap dengan pendiriannya menerapkan hukum pancung dan salib bagi kelompok pelaku kejahatan khusus termasuk terorisme.

Kampanye melawan terosisme

Pada tahun 2018, Arab Saudi gencar melakukan kampanye melawan terosis dan paham ekstrim dengan tema

#معا ضد الارهاب والفكر الضال

Bersama lawan terorisme dan aliran sesat

Kegiatan yang menitik beratkan pada upaya penanaman sikap cinta tanah air dan semangat melawan radikalisme ini digalakkan oleh pemerintah Arab Saudi dengan melibatkan berbagai komponen termasuk para pemuda ulama dan kalangan umum.

seminar-seminar dan kajian kajian dilaksanakan di semua instansi dan sekolah-sekolah serta masjid-masjid, berbagai alat peraga dipasang di semua tempat startegis di semenajung Arab Saudi, menunjukkan betapa seriusnya mereka memerangi Teroris.

baca juga: https://carubannusantara.or.id/yordania-dalam-perang-melawan-terorisme/

Share.

Leave A Reply

20 + 16 =