Cirebon Zona Merah Penyebaran Paham Radikal

Whatsapp Pinterest LinkedIn Tumblr +

Cirebon sebuah kota kecil yang teletak di ujung Provinsi Jawa Barat dan berbatasan dengan Provinsi Jawa Tengah ternyata juga menjadi tempat tujuan bagi kelompok kelompok radikal untuk menyebarkan paham mereka sehingga Cirebon masuk dalam kategori Zona merah penyebaran paham radikal.

Sebutan Cirebon Zona Merah penyebaran paham radikal bukanlah isapan jempol, sebagaimana yang disampaikan oleh Marzuki Rais pengamat terorisme di Cirebon dalam sebuah wawancara dengan Tim Caruban terkait isu Radikalisme dan terorisme.

Dalam wawancara itu Marzuki Rais menyampaikan bahwa berdasarkan penelitian yang sudah dilakukannya selama lebih dari sepuluh tahun, beliau menemukan bahwa kelompok Radikal ini menggunakan berbagai cara dan berbagai media untuk menyebarkan paham mereka, diantaranya adalah melalui buku ajar.

Dalam temuannya pengamat teroris Marzuki Rais mengatakan bahwa dalam buku ajar TK dan SMA mereka menyusupkan narasi radikalisme, dan ini merupakan keprihatinan besar, sebab anak-anak cenderung belum dapat memfilter narasi yang ia dengar apakah benar atau salah, bagi mereka guru adalah benar, apa yang disampaikan guru merupakan kebenaran mutlak sehingga susupan ajaran paham radikal kedalam materi ajar anak anak usia sekolah jelas merupakan cara yang perlu diwaspadai bahkan di tanggulangi Bersama.

Terlibat dalam kegiatan terorisme

Selanjutnya dia menyampaikan bahwa ada sekurangnya 10 warga Cirebon tewas dalam beberapa kejadian terorisme di Nusantara ini, disamping itu ada beberapa warga Cirebon juga ditangkap oleh Densus 88 karena diduga terlibat dalam kasus terorisme atau jaringan kelompok teroris di Indonesia.

Selain itu banyak terjadi kasus intoleransi yang terjadi di berbagai daerah di Cirebon baik terkait eksekusi terhadap kelompok-kelompok minoritas maupun kasus lainnya.

Sekurangnya dalam kurun waktu sepuluh tahun terjadi lima puluh kasus intoleransi di Cirebon dengan keterlibatan berbagai kelompok yang disinyalir memiliki paham ekstrimisme dan radikal.

Temuan yang dipaparkan oleh Marzuki Rais tersebut harus di antisipasi oleh semua pihak yang mencintai kedamaian dalam perbedaan.

Perlu Upaya serius untuk menghilangkan stigma Cirebon Zona Merah penyebaran Paham Radikal

Melihat kenyataan banyaknya kasus tersebut diatas, maka semua pihak harus memikirkan cara dan upaya untuk menaggulanginya, dan upaya tersebut harus dilakukan bersama-sama sesuai kewenangan dan kemampuan masing-masing.

Upaya tersebut bisa dilakukan dengan misalnya melakukan edukasi kepada masyarakat tentang bahaya radikalisme baik melalui pengajian-pengajian rutin maupun melalui media online, atau upaya lainnya yang dilaksanakan secara serius dan berkesinambungan.

Dengan keterlibatan semua pihak niscaya sebaran paham radikal bisa dibendung sehingga tidak lagi menyasar warga Cirebon yang sejatinya memiliki akar sejarah toleransi dan kebersamaan ini.

Baca juga: Peran Negara dalam Pencegahan Radikalisme

Share.

Leave A Reply

sixteen − twelve =