Ilmu Agama Benteng dari Tindakan Radikal dan Teroris

Whatsapp Pinterest LinkedIn Tumblr +

Melawan dan membendung kelompok radikal dan teroris merupakan kewajiban bersama dan harus dilakukan dengan berbagai cara, salah satunya adalah dengan membekali generasi muda khususnya dan masyarakat umumnya dengan pemahaman agama yang tepat, sebab ilmu agama merupakan benteng yang kokoh dari tindakan radikal dan teroris.

Memang banyak kelompok radikal dan teroris mengklaim bahwa tindakan mereka adalah didasari oleh niatan memperjuangkan nilai-nilai agama, namun faktanya tidak ada satupun ajaran agama yang membenarkan Tindakan atau perbuatan yang merusak seperti yang sering dilakukan oleh kelompok radikal dan teroris.

Muncul pertanyaan jika agama menganggap prilaku radikal adalah hal tercela lalu kenapa kelompok radikal begitu yakin bahwa tindakan mereka adalah sesuai dengan dasar agama? Jawabannya adalah persis seperti apa yang di sampaikan oleh sahabat Ibnu Mas’ud:

كَمْ مِنْ مُرِيْدٍ لِلْخَيْرِ لَنْ يُصِيْبُهُ

“Banyak orang yang mengharapkan kebaikan, namun tidak memperolehnya” (Musnad Addarimy; Abi abdillah Abdurahman Addarimy;1/286 Darul Mughny).

Banyak orang yang melakukan suatu hal karena termotifasi keinginan berbuat baik, namun karena minimnya pemahaman dan keilmuan maka apa yang ia yakini baik ternyata adalah sebuah kesalahan, beranggapan apa yang dilakukannya adalah perintah agama, kenyataannya agama justru melarangnya, penyebab utamanya dari hal tersebut adalah tidak berimbangnya semangat beragama dengan pemahaman agama.

Pentingnya Ilmu Agama

Imam Ibnu Ruslan dalam Nadzom Zubadnya menegaskan:

وَكُلُّ مَنْ بِغَيْرِ عِلْمٍ يَعْمَلُ    #      اَعْمَالُهُ مَرْدُوْدَةٌ لَا تُقْبَلُ

“Barang siapa beramal tanpa ilmu maka amalnya akan tertolak tidak diterima oleh Allah.”(Shofwatuzzubad; Ahmad bin Husain bin Ali in Ruslan Arramly; Daarulminhaj 2009)

Bait nadzom dar Alfiyah Ibnu Ruslan ini menegaskan betapa seringnya sebuah amalan yang terlihat bernilai pahala namun karena tidak didasari ilmu yang tepat malah menjadi sia-sia bahkan pada tingkat lebih ekstrim tindakan yang terlihat dzohirnya adalah ibadah atau menjalankan anjuran agama, namun ternyata hakikatnya adalah maksiat dosa dan menghancurkan agama.

Oleh karenanya membekali diri dan keluaraga dan lingkungan sekitar kita dengan Ilmu agama yang tepat adalah benteng utama untuk melindungi diri keluarga dan masyarakat dari kemungkinan terseret oleh paham radikal dan teroris, yang berlindung dibalik nama agama namun faktanya bertentangan dengan ajaran agama itu sendiri.

Tanpa Ilmu Agama, Semangat Agama Berubah Menjadi Tindakan Teroris

Imam Malik bahkan secara gamblang menegaskan bahwa penyebab utama tindakan radikal dan teror adalah semangat beragama yang berlebihan tanpa dibarengi dengan semangat menuntut ilmu agama yang merupakan benteng kokoh yang mampu melindungi dari tindakan radikal dan teroris, Ibu Qosim meriwayat pandangan Imam Malik:

قَالَ اِبْنُ الْقَاسِمِ سَمِعْتُ مَالِكًا يُقُوْلُ: إِنَّ أَقْوَامًا اِبْتَغُوْا الْعِبَادَةَ، وَأَضَاعُوْا الْعِلْمَ، فَخَرَجُوْا عَلَى أُمَّةِ مُحَمَّدٍ بَأَسْيَافِهِمْ؛ وَلَوِ ابْتَغُوا الْعِلْمَ لَحَجَزَهُمْ عَنْ ذَالِكِ

“Ibnu Qasim berkata; saya mendengar Imam Malik berkata: Ada sekelompok orang yang begitu bersemangat dalam beribadah namun melalaikan menuntut ilmu, sehingga dengan alasan ibadah mereka tega memerangi (sesama) umat Muhammad dengan senjata mereka, andai saja mereka mendahulukan menuntut ilmu niscaya ilmunya akan mencegah mereka dari tindakan tersebut” ( Miftahudarisa’adah; Ibn Qoyyim Al Jauzy; Darul Kutub Al Amaliyah; I/123)

Selama ini kelompok-kelompok radikal dan teroris senantiasa mengklaim bahwa tindakan mereka adalah atas perintah agama dan kelak akan mendapatkan balasan sebagai syuhada, sebuah klaim yang mengada-ada dan terbantahkan oleh pandangan para ulama yang ahli dibidangnya.

Islam adalah agama yang menyebarkan perdamaian dan kedamaian, memberi kebebasan pada siapapun untuk memilih keyakinan tanpa ada paksaan serta tetap menghormati dan menjaga kebersamaan dengan mereka yang berbeda keyakinan.

Membekali diri dengan ilmu agama dengan mengambil atau belajar ilmu agama pada guru dan ulama yang berwawasan moderat merupakan kata kunci untuk menyelamatkan diri dan keluarga serta lingkungan dari bahaya paham radikal dan teroris.

baca juga: https://carubannusantara.or.id/jejak-awal-faham-radikal/

Ihdinashirotol mustaqiim

Share.

Leave A Reply

4 × one =