Kelompok Teroris ISIS Versus Teroris Al-Qaeda

Setahun sudah kekalahan ISIS terhadap pasukan SDF dan koalisi pimpinan Amerika Serikat pada bulan maret tahun 2019, setelah dikuasainya benteng terahir dari ISIS di Baghouz, namun kekalahan tersebut jangan dianggap sebagai kekalahan permanen atas kekuatan ISIS, melainkan hanya melamah saja, tetap para otoritas dan para pembuat kebijakan jangan lengah terhadap gerakan ISIS, karena sudah dipastikan bahwa mereka tidak tinggal diam, Sejumlah milisi pendukung kekhalifahan ISIS masih terus bersembunyi, menunggu bangkit atau melakukan terror bawah tanah. Belajar dari kekalahan pasukan Rasullah SAW dalam perang uhud, ketika umat islam pada saat itu merasa menang dan larut dalam uforia kemudian dengan tiba-tiba pasukan kafir Quraisy menyerang dan akhirnya paman Rasullah SAW “Hamzah RA” wafat dalam perang uhud tersebut.

ISIS hanya perwujudan atau wadah dari konsepsi kelompok-kelompok pengusung Negara Khilafah yang selama ini bergerak berdasarkan sel dan teritorialnya masing-masing bertahun-tahun lamanya, sel-sel ini masih terus ada meskipun ISIS telah dinyatakan kalah. dan sel-sel tersebut siap menghunus pedang kembali, kapanpun.

Daya tarik terhadap konsep Negara islam yang disodorkan ISIS dan ideologi Al-Qaeda masih diminati oleh beberapa indvidu dan kelompok di belahan dunia. ISIS dan Al-Qaeda, adalah kelompok radikal jihad yang fokus untuk membersihkan dunia dari ancaman budaya barat atau purifikasi terhadap budaya selain budaya islam, dengan tujuan utamanya adalah mendirikan negara Islam berdasarkan hukum Syariah. Dalam siaran channel youtube NU TV -Live Talk Show Peci dan Kopi- dengan tema “Intoleransi dan Tantangan Kebhinekaan”, Ali Imron pelaku Bom Bali, ex-teroris yang saat ini aktiv dalam melakukan Deradikalisasi, menyebutkan bahwa ISIS dan Al-Qaeda adalah dua kelompok yang berbeda yang saling bermusuhan, yang mempunyai tujuan mendirikan negara kekhalifahan islam.

PERBEDAAN ISIS DAN AL-QAEDA

Jika diruntut kronologi pembentukannya, ISIS memang mengakar pada Al-Qaeda. Namun kedua kelompok ini berkonflik senjata di Suriah, Irak, Mesir, dan wilayah lainnya. Dilansir dari laman web Kumparan ada tiga perbedaan mendasar antara ISIS dan Al-Qaeda yaitu:

1. Pembentukan Negara Islam : Perbedaan paling mencolok antara ISIS dan al-Qaidah adalah soal pembentukan negara Islam atau kekhalifahan. Al-Qaidah ingin main panjang dalam pembentukan negara Islam, cari momen-momen yang pas, sembari terus memerangi Barat di Timur Tengah dan negara-negara mereka. Sementara ISIS ingin serba instan. Tahun 2014 mereka mengumumkan kekhalifahan dan memaksa kelompok lain menerima Baghdadi sebagai Khalifah

2. Target Sasaran : Perbedaan berikutnya adalah soal target kekerasan kedua kelompok ini. Walau sama-sama banyak menumpahkan darah orang yang tidak berdosa, tapi sasaran mereka berbeda. Ini yang kemudian memicu pertengkaran. ISIS lebih serampangan. Tidak hanya menyerang pasukan asing atau warga di negara-negara Barat, mereka juga membantai Muslim yang berbeda aliran atau sekte, salah satunya kaum sufi dan para pengikut ajaran tasawuf. Warga Syiah juga jadi salah satu sasaran utama mereka.

3. Cara Merekrut : Kedua kelompok punya banyak pengikut, tapi cara menggaet pengikut keduanya berbeda. ISIS lebih canggih dan paham betul menggunakan alat-alat modern seperti sosial media dan aplikasi pesan untuk melancarkan propaganda. ISIS piawai membuat video yang apik nan laga dan ajakan, singkat namun membakar semangat perang. Hasilnya, banyak orang dari seluruh dunia berdatangan ke Suriah untuk bergabung dengan ISIS. Bagi mereka yang tidak bisa datang, ISIS mendorong mereka melakukan serangan di negara sendiri. Muncullah istilah lone wolf. Sementara al-Qaidah mengandalkan cara tradisional, yaitu melalui khutbah panjang soal penegakan hukum Islam dan peperangan melawan Amerika, tentunya sesuai interpretasi dan pemahaman mereka.

Sementara perbedaan Al-Qaeda dan ISIS menurut  forces.net (melalui Tribun-Bali.com)adalah sebagai berikut :

Al-Qaeda

Al-Qaeda mengikuti Wahhabisme,  bentuk ekstrim dari Islam Sunni yang menekankan interpretasi literal dari Quran. Kelompok ini didirikan pada tahun 1988 di Pakistan oleh Osama Bin Laden dan Mohammad Atif sesaat sebelum pasukan Soviet menarik diri dari tetangganya Afghanistan. Al-Qaeda berarti ‘fondasi’ dalam bahasa Arab dan mereka percaya bahwa mereka harus menggunakan Jihad untuk memobilisasi variasi Islam mereka. Mereka percaya pada konsep ‘jihad defensif’. Dengan kata lain, adalah jika ada seorang Muslim yang melawan mereka, mereka mungkin dipandang sebagai lawan Islam juga. Salah satu aksi al-Qaeda yang paling terkenal adalah serangan teroris 9/11 pada tahun 2001 di New York yang menewaskan 2.977 orang. al-Qaeda lebih berlatih perang gerilya

I S I S

ISIS atau Negara Islam tersebut didirikan pada tahun 2014, dalam beberapa minggu setelah Mosul ditangkap ketika komandan Taliban membelot dan bersumpah setia kepada pemimpin ISIS Abu Bakr al-Baghdadi. Para komandan pemberontak kebanyakan adalah mereka yang tidak puas dengan kepemimpinan Mullah Mohammed Omar, yang pada saat itu memimpin Taliban. Meskipun media banyak menceritakan kisah-kisah ISIS selama beberapa tahun terakhir, tapi untuk saat ini kelompok talibanlah yang masih memiliki pengikut lebih besar. taktik ISIS jauh lebih mirip dengan pasukan militer biasa. ISIS juga telah berhasil memanfaatkan kekuatan media sosial dengan cara yang tidak dimiliki kelompok teroris sebelumnya. Dengan menggunakan YouTube, Twitter, dan WhatsApp, kelompok ini mampu menyebarkan propaganda teroris yang mengundang orang-orang muda untuk bergabung dengan mereka dalam perjuangan melawan budaya Barat.

Perbedaan dari kedua kelompok tersebut (Al-Qaeda dan ISIS) lebih kepada proses dalam mencapai tujuan namun secara esensi sama tidak jauh berbeda. Dan kelompok-kelompok inilah yang mencoreng keelokan Islam hari ini.

Latest articles

Related articles

Leave a reply

Please enter your comment!
Please enter your name here

9 − 4 =