Jamaah Ansharut Daulah (JAD) dan Aksi terornya di Indonesia

Whatsapp Pinterest LinkedIn Tumblr +

Jamaah Ansharut Daulah (JAD), merupakan kelompok antek ISIS di Indonesia dan jaringan teroris global. Alasan  keberadaan JAD dibentuk dengan tujuan untuk melakukan kegiatan penyebaran dakwah khilafah, melaksanakan hijrah, dan berjihad. Pembetukanya JAD atas dasar  inisiatif Aman Abdurrahman di Nusakambangan.

JAT dan JAD ialah, organisasi pecahan dari pada Majelis Mujahidin Indonesia (MMI) pimpinan Abu Bakar Baasyir, basis organisasi MMI  diisi oleh orang-orang yang merupakan alumni, yang pernah ikut ke Afghanistan. Sering menyebut dirinya mujahidin Afghanistan. Termasuk Salah satu di antaranya adalah Aman Abdurrahman

Kronologi Terbentuknya JAD, sekitar Oktober 2014, kronologi awalnya ialah ketika Aman Abdurrahman berkomonikasi Marwan alias Abu Musa, Zainal Anshori alias Abu Fahry untuk datang menjenguknya di Lembaga Pemasyarakatan Kembang Kuning Nusakambangan, dan pada saat itu terdakwa menyampaikan tentang ideologi dan Gerakan Daulah Islamiyah ISIS pimpinan Abu Bakar Al Baghdadi, dan umat Islam wajib mendukungnya.

Pada saat bersamaan Aman menyarankan Marwan alias Abu Musa, Zainal Anshori, dan Abu Khatib membentuk organisasi yang mewadahi para pendukung Daulah atau Khilafah Islamiyah atau ISIS dari Suriah supaya bisa di bentuk di indonesia.


Tujuan pendirianya ada beberapa poin, yakni sebagai wadah menyatukan para pendukung ISIS di Indonesia yang berasal dari berbagai organisasi Islam, mempersiapkan kaum muslimin Indonesia untuk menyambut kedatangan Khilafah Islamiyah, menyatukan pemahaman dan manhaj dari para pendukung Anshar Daulah, dan mempersiapkan orang-orang yang hendak pergi berjihad. kemudian wadah tersebut oleh Marwan alias Abu Musa dinamakan Jamaah Ansharut Daulah atau JAD yang maknanya adalah jamaah pendukung daulah.


yang memberi nama wadah pendukung ISIS di Indonesia sebagai JAD adalah Marwan alias Abu Musa. Kemudian, Aman Aburrahman menunjuk Marwan sebagai pimpinan pusat JAD, dan Zainal Anshori ditunjuk Aman sebagai piminan JAD wilayah Jawa Timur. Pertimbangannya, dua orang itu punya banyak jemaah.


sisi lain muncul gaya  berdakwah Aman Abdurrahman telah ditindaklanjuti oleh Zainal Anshori yang bekerja sama dengan Gus Rom mengadakan daurah di Malang yang merupakan cikal bakal terbentuknya Jamaah Anshar Daulah wilayah Jawa Timur dan sekaligus menyusun kepengurusan JAD wilayah Jawa Timur dan menyusun beberapa program kerjanya.


Mereka bahkan telah melaksanakan program kerja seperti melaksanakan pelatihan ala militer alias tadrib asykari di Gunung Panderman, Malang, Jawa Timur pada awal 2015. Kegiatan pelatihan militer itu diisi latihan bela diri, push up, dan tausiah pemberi semangat jemaah untuk berjihad, begitupun Pada tahun 2017.

Aksi teror yang di lakukan JAD.

Bom Samarinda 2016 adalah peristiwa meledaknya bom jenis molotov di depan sebuah tempat ibadah di Kota SamarindaKalimantan Timur, tepatnya di Gereja Oikumene Jalan Cipto Mangunkusumo Kelurahan Sengkotek, Kecamatan Loa Janan Ilir, pada 13 November 2016 pukul 10.10 waktu setempat. Empat korban yang kesemuanya anak-anak mengalami luka bakar di sekujur tubuh. Salah seorang korban di antaranya yang berusia 2,5 tahun meninggal dunia dalam perawatan di rumah sakit pada keesokan harinya. Aksi ini merupakan teror bom pertama di Samarinda.

Serangan Jakarta 2016 merupakan serentetan peristiwa berupa sedikitnya enam ledakan, dan juga penembakan di daerah sekitar Plaza SarinahJalan MH ThamrinJakarta PusatDKI JakartaIndonesia pada tanggal 14 Januari 2016 Ledakan terjadi di dua tempat, yakni daerah tempat parkir Menara Cakrawala, gedung sebelah utara Sarinah, dan sebuah pos polisi di depan gedung tersebut. Sedikitnya delapan orang (empat pelaku penyerangan dan empat warga sipil) dilaporkan tewas dan 24 lainnya luka-luka akibat serangan ini. Tujuh orang terlibat sebagai pelaku penyerangan, dan organisasi Negara Islam Irak dan Syam mengklaim bertanggung jawab sebagai pelaku penyerangan.

Serangan kampung melayu  2017  merupakan Aksi bom bunuh yang terjadi di Kampung Melayu, Jakarta Timur pada Rabu 24 Mei 2017 pada peristiwa tersebut Lima orang tewas dan 10 orang lainnya luka-luka dalam kejadiannya Ada dua bom meledak malam itu. Ledakan pertama terjadi di depan toilet Halte Transjakarta Kampung Melayu sekira pukul 21.00 WIB. Selang lima menit kemudian, ledakan kedua menggelegar di Terminal Bus Kampung Melayu, sekitar 10 meter dari lokasi pertama.

Pengeboman Surabaya 2018 adalah rangkaian peristiwa meledaknya bom di berbagai tempat di Surabaya dan SidoarjoJawa Timur pada 1314 Mei 2018. Tiga tempat di antaranya tempat ibadah di Gereja Santa Maria Tak BercelaGKI Diponegoro, dan Gereja Pantekosta Pusat Surabaya (GPPS) Jemaat Sawahan. Dua tempat lainnya masing-masing kompleks Rumah Susun Wonocolo di Taman, Sidoarjo dan Markas Polrestabes Surabaya

Kejadian  wiranto  2019 Dua anggota JAD diyakini telah melakukan serangan pisau pada menteri keamanan Indonesia yaitu Wiranto pada 10 Oktober 2019, yang mengakibatkan Wiranto dirawat di rumah sakit. Pelaku tersebut teridentifikasi merupakan anggota kelompok teroris, Jamaah Ansharut Daulah (JAD) Bekasi.

Share.

Leave A Reply

18 − 11 =