Ketidaktegasan Turki Dalam Menyikapi Hizbut Tahrir

Whatsapp Pinterest LinkedIn Tumblr +

Sebagai organisasi politik, Hizbut Tahrir mengusung ideologi Pan-Islamisme untuk membangkitkan kembali romansa kekhalifahan yang runtuh satu abad lalu di Turki. Sejak kali pertama didirikan di Yerussalem pada tahun 1953 oleh Taqiuddin al-Nabhani, kini Hizbut Tahrir merambah jaringannya di 45 negara di belahan dunia.

Hizbut Tahrir menggunakan paradigma supremasi-islam, sentimen anti nasionalisme, anti demokarasi, dan menyerukan paradigma ini dalam merekrut anggota di kalangan umat Islam.

Hizbut Tahrir telah berada di Turki sejak akhir 1960-an, namun dalam kurun waktu tersebut beberapa anggota kelompok Hizbut Tahrir ditangkap karena menentang pemerintahan demoktratis-sekuler di Turki dan serangkaian ancaman yang menyangkut keamanan publik serta nasional.

Kantor pusat Hizbut Tahrir menetapkan Turki sebagai salah satu provinsinya pada tahun 1997 dan mengatur struktur rahasia dengan hierarki di tingkat akar rumput hingga kepemimpinan senior yang diatur oleh otoritas provinsi. Grup beroperasi dalam hierarki dan mengadakan pertemuan rutin dan melaporkan aktivitas mereka kepada komite kepemimpinan.

Hizbut Tahrir Turki mendapatkan bantuan dana asing untuk menyebarkan gagasan khilafah, mereka memiliki majalah bulanan Koklu Degisim yang berarti perubahan radikal sebagai media diseminasi gagasan dan pemikiran kekhalifahan kepada masyarakat Turki.

Majalah ini digunakan sebagai media propoganda dengan mengatakan bahwa kekerasan dan segala permasalahan yang ada di Timur Tengah disebabkan oleh negara-negara Barat.

Dari data yang diperoleh penulis, Yılmaz Çelik menjadi ketua Hizbut Tahrir pada tahun 2004, di bawah kepemimpinannya, Hizbut Tahrir yang dulunya beroperasi secara diam-diam dan jauh dari sorotan publik, mulai terbuka menampakkan keberadaannya di hadapan publik dengan menerbitkan majalah dan mengatur konferensi dan acara dengan berbagai nama.

baca juga: https://carubannusantara.or.id/inggris-melawan-terorisme

Pengadilan Kriminal Tinggi Ankara memvonis Yılmaz Çelik pada 7 April 2011 dan menjatuhkan hukuman enam tahun, tiga bulan penjara. Pada tingkat banding, Mahkamah Agung Banding menguatkan hukuman atas dakwaan keanggotaan dalam kelompok teroris bersenjata tetapi mengosongkan atas dakwaan propaganda pada 27 Juni 2014. Dua bulan kemudian, dia mengajukan pengaduan ke Mahkamah Konstitusi dan mengklaim bahwa hak fundamentalnya telah dilanggar.

Menunggu Sikap Tegas Erdogan atas Hizbut tahrir

Recep Tayyip Erdogan bagi kalangan Islamisme di Indonesia menjadi sosok ideal sebagai pemimpin umat Islam, namun di saat yang sama juga ia yang melarang Hizbut Tahrir di Turki, meski secara resmi dilarang tapi organisasi ini masih berlangsung hingga kini.

Reorganisasi grup dengan strategi baru berlangsung setahun setelah Erdogan berkuasa. Kelompok itu begitu berani bahkan mengadakan dua protes besar di Istanbul dan Ankara pada September 2005 yang menyerukan rezim syariah dan pembentukan kekhalifahan.

Organisasi ini mendapatkan sokongan dana dari simpatisan di luar Turki, penyelidik Turki menemukan bahwa kelompok itu secara reguler didanai oleh Imameddin A.A. Barakat, warga negara Yordania keturunan Palestina yang berdomisili di Israel.

Catatan pembukuan anggota Hizbut Tahrir yang disita selama operasi mengungkapkan bahwa seorang pengusaha yang bertindak sebagai kurir bernama Mazin Harbawi memasuki Turki dengan membawa kantong uang setiap dua bulan dan memberikan uang tersebut kepada anggota yang bertanggung jawab atas Hizbut Tahrir. Operasi Tahrir di İstanbul. Para penyelidik yakin Harbawi menyelundupkan sekitar $ 40.000 dalam setiap kunjungan.

Share.

Leave A Reply

20 − 13 =