Magnet ISIS Menjadikannya Kiblat Berbagai Kelompok

Banyaknya aksi lone wolf dengan membawa atribut ISIS menimbulkan sebuah tanda tanya besar. Mengapa mereka memilih ISIS sebagai kiblat? Apa daya Tarik yang membuat ISIS mampu mempengaruhi seseorang? Dengan cara apa mereka tahu ISIS? dan lain sebagainya. Jika kita mau cermati, tentu hal tersebut bukanlah sebuah kebetulan belaka. Bagaimana bisa ideologi yang berasal dari timur tengah ini menyebar hingga bisa sangat populer dikalangan mujahid seluruh dunia. Mereka mampu mebangun sel-selnya di berbagai daerah dan bahkan mempengaruhi banyak kelompok teror untuk berbai’at kepadanya.

Popularitas ISIS

Perpecahan kelompok teror di Indonesia menguat Ketika ISIS muncul dan menyerukan kepada seluruh umat islam untuk bergabung dengan mereka. Sebelumnya Al-Qaeda menjadi pilihan yang paling dominan di antara kelompok teror Indonesia. Jama’ah Islamiyah pimpinan Abdullah Sungkar dan Abu Bakr Ba’asyir yang memiliki peranan penting terkait terorisme pada masanya, menjadi salah satu organisasi yang berkiblat kepada Al-Qaeda pimpinan Osama bin Laden.

Meskipun para petinggi ISIS sebelumnya juga bergabung dengan Al-Qaeda tetapi mereka kemudian berbeda pandangan ideologi yang berujung pada lahirnya gerbong baru bernama Al-Qaeda Iraq (AQI) yang kemudian berganti menjadi ISIS. Dengan visi dan misi yang berbeda, ISIS muncul dengan jargon “Pendirian Negara Islam”. Mereka kemudian menunjukkan eksistensinya dengan melakukan berbagai aksi teror yang membuat mata dunia tertuju padanya. Ribuan berita terekspos dari berbagai media internasional yang secara tidak langsung justru menyulut sumbu untuk mempopulerkan kelompok ini.

Dengan sodoran ribuan informasi terkait ISIS yang tersebar di internet, membawa segelintir orang terpengaruh dengan idelogi radikal tersebut. Meskipun suara mayoritas secara tegas menolak keberadaannya, tetapi dengan jutaan pengguna internet tentu ada nol sekian persen yang justru terperosok kedalamnya. Kekuatan media yang bermaksud memberikan pemahaman tentang bahaya dari kelompok ini tenyata juga memiliki unsur yang bisa disalah pahami oleh beberapa orang.

Daya Tarik ISIS

Kemunculan ISIS yang notabene adalah metamorfosa dari AQI pimpinan Abu Mus’ab Az-zarqowi, membuatnya memiliki basis militer yang cukup kuat. Bukan hal yang aneh jika ISIS mampu menginvasi beberapa kota di Suriah dan Iraq, dan menjadikan beberapa kota sebagai camp pertahanan yang kokoh untuk kelompok ini. Teror brutal ISIS pun dimulai. Di Irak, ISIS membantai ribuan warga Yazidi di Gunung Sinjar dan memaksa lebih dari 7 ribu wanita menjadi budak mereka. Sedangkan di Suriah, ISIS membantai ratusan anggota suku Sheitaat. ISIS juga memenggal sandera-sandera asing dari negara-negara Barat yang direkam dalam video propaganda mengerikan.

Baca JugaMemahami Makna Jihad

Berbekal dalil-dalil agama yang disalah gunakan, menjadikan konten propaganda ISIS terlihat lebih bernyawa. Indahnya perjuangan tentara dan tentramnya kehidupan dalam camp ISIS divisualisasikan dengan sangat menarik. Mereka menggambarkan diri sebagai sosok muslim ideal yang sejalan dengan ajaran islam, menyodorkan kekhalifahan yang mereka katakan sebagai hal yang wajib hukumnya ditegakkan oleh setiap muslim. ISIS juga menawarkan berbagai kemudahan bagi orang yang mau bergabung dengannya. Termasuk iming-iming sokongan finansial yang tercukupi. Dengan berbagai jenis propaganda yang dikemas sangat baik, menjadi modal kuat kelompok ini untuk menarik orang lain.

Masifnya Distribusi Propaganda

Konten propaganda dari kelompok ini mungkin berada disekitar kita tanpa disadari. Melalui jejaring online dan offline, mereka mendistribusikan materi propaganda secara terus-menerus. Peneliti dari Institute of Strategic Dialogue (ISD) menemukan koleksi besar materi online milik kelompok yang mengaku sebagai ISIS. Temuan tersebut terjadi setelah kabar kematian pemimpin mereka Abu Bakr Al-Baghdadi pada Oktober 2019. ‘Perpustakaan digital’ itu berisi lebih dari 90.000 materi dan diperkirakan memiliki 10.000 pengunjung unik setiap bulan. Para ahli mengatakan bahwa materi itu memberikan cara untuk terus mengisi kembali konten ekstremis ISIS di internet. Materi propaganda berisi dokumen dan video dalam sembilan bahasa berbeda.

Bahkan mereka juga mulai membanjiri platform media sosial yang banyak digunakan anak-anak sampai remaja yakni TikTok. Salah satu video yang diposting menampilkan jasad yang diarak dan orang-orang di sekitarnya membawa senjata. Dikutip dari The Sun pada Selasa (22/10/2019), klip yang diunggah di aplikasi tersebut juga menampilkan lagu yang berlirik mengerikan. “Kami berjanji setia sampai mati,” demikian petikan lirik dari nyanyian ISIS yang dilantunkan dalam bahasa Arab.

Selain itu muatan propaganda ISIS juga tersebar dalam jejaring offline seperti majalah dan selebaran. Salah satu majalah yang dimiliki ISIS bernama Dabiq, sebuah majalah yang semuanya memuat tentang ISIS yang tersedia dalam berbagai bahasa. Dabiq bukan majalah dengan design kuno dan murahan, justru majalah ini memiliki design menarik dan mahal setara dengan majalah terkenal seperti Time Magazine.

Kesimpulan

Banyaknya kelompok maupun individu yang bergabung dengan ISIS bukan tanpa alasan. Mengemas tujuan dan motif mereka dengan hujjah dalil-dalil islam serta tawaran berbagai kemudahan, membuat kelompok ini terlihat ideal. Tentu semua itu tidak akan terdengar jika tidak didistribusikan secara terus menerus. Kelompok ini bisa membangun popularitasnya dengan berbagai materi propaganda maupun aksi teror yang membuatnya menjadi bahan perbincangan diseluruh dunia, yang nantinya berimbas pada terjerumusnya beberapa orang atau kelompok untuk lebih mendalami dan pada akhirnya berbai’at.

Artikel Terbaru

Related articles

Leave a reply

Please enter your comment!
Please enter your name here

twelve + four =