Memahami Makna Jihad 

Whatsapp Pinterest LinkedIn Tumblr +
Showing 1 of 1

MEMAHAMI MAKNA JIHAD

Memahami makna jihad adalah sangat penting. Tujuannya agar  kita tidak salah melakukan tindakan yang dianggap sesuai perintah agama, namun  bertentangan dengan agama.

Upaya memahami makna jihad harus diawali dari mengetahui kalimat jihad  yang ada dalam alqur’an dan hadits. Mengetahui ayat yang terkait dengan jihad adalah sebuah keniscayaan. Alqur’an sekurangnya menyatakan hal terkait Jihad sebanyak  127 ayat.  Sementara hadits yang menjelaskan tentang jihad dari berbagai sisi juga sangat banyak.

Pemahaman keliru tentang makna jihad

Kelompok islam takfiri, memaknai Jihad secara sempit. Mereka  memaknai jihad hanya dengan arti  memerangi mereka yang tidak seiman.  Pemaknaan itu membuat mereka dengan mudah menumpahkan darah, melakukan teror atas nama agama.

kelompok ini tersebar di berbagai negara termasuk Indonesia , corak paham ini adalah dengan mudah mengkafirkan umat islam yang tidak sepaham dengan mereka, dan atas dasar pengkafiran itu, mereka juga tega melakukan pembantaian terhadap sesama muslim yang berbeda paham.

Tindakan terorisme atas nama agama itu lah yang menyebabkan sebagian orang diluar islam menilai islam sebagai agama barbar. hal itu melahirkan islamophobia.

Makna jihad menurut para ulama

Untuk memahami makna jihad secara utuh, ada baiknya kita melihat tiga ayat jihad yang diturunkan di mekah (makiyah). ayat itu tersebar di dua surat yaitu  :

1. Surat al furqon ayat 52

2. Al Ankabut ayat 6

3. Surat al Ankabut ayat 69.

Turunnya tiga ayat Jihad di Makah mengindikasikan bahwa Jihad tidak berarti perang, sebab diperiode Mekah Rasulullah SAW, belum melakukan pembelaan diri dengan berperang.

Sehingga Makna jihad dalam ayat makiyah tentu lebih mengandung arti diluar perang. Ketiga ayat jihad yang turun di Mekah itu oleh para Muffassir seperti Al bihawi, Al Syarbini dan lainnya di artikan berjihad dengan kebenaran, dengan Al Qur’an atau juga berjihad mengendalikan hawa Nafsu.

Pentingnya memahami Maqhosid al Syariah (tujuan inti agama)

Selanjutnya terhadap ayat Jihad yang memang berarti perang pun semestinya difahami secara mendalam. Untuk memahaminya dibutuhkan melihat konteks (asbabul Nuzul) dari ayat ayat tersebut.

Salah satu contoh ayat jihad yang mengizinkan Rasulullah SAW dan umat islam untuk berperang adalah  terdapat pada surat al hajj ayat 39.

اُذِنَ لِلَّذِيْنَ يُقَاتَلُوْنَ بِاَنَّهُمْ ظُلِمُوْاۗ وَاِنَّ اللّٰهَ عَلٰى نَصْرِهِمْ لَقَدِيْرٌ (39)

Diizinkan (berperang) kepada orang-orang yang diperangi, karena sesungguhnya mereka dizalimi. Dan sungguh, Allah Mahakuasa menolong mereka itu.

Ayat ini secara tegas menjelaskan landasan atau alasan diijinkan berperang adalah karena umat islam sudah di zalimi dan di usir dari tanah airnya.

Padahal kaum muslimin tidak melakukan tindakan buruk kepada mereka. Selanjutnya ayat ayat jihad yang turun dimadinah atau biasa disebut Madaniyah pun cenderung menunjukkan pesan mempertahankan diri, menjaga keamaman dan menghalau bahaya.

jihad sebagai sarana bukan tujuan

Jihad yang bermakna perang dalam syariat islam diposisikan sebagai wujub wasail   dalam I’anatuthalibin menjelaskan :

ووجوب الجهاد وجوب الوسائل لا وجوب المقاصد

Wajibnya jihad adalah wajib penopang, bukan kewajiban yang menjadi tujuan. maksudnya bahwa jika tujuannya bisa tercapai tanpa jihad maka kewajiban jihad akan tidak berlaku lagi.

segala macam tindakan yang menghantarkan kemanfaatan seperti mencari nafkah, membuat atau memperbaiki fasilitas umum,

Kesimpulan

Memaknai Jihad secara sempir dan kaku menimbulkan wajah islam yang tidak ramah dan tidak rahmah. Hal ini bertentangan dengan ajaran islam itu sendiri. Atas pemahan keliru itu banyak kelompok radikal yang kemudian melakukan tindakan terorisme atas nama agama. hal itu sesungguhnya dilarang agama.

Jihad harus dimaknai lebih luas dan lebih luwes sehingga sesuai dengan Maqoshid al syari’ah nya, yaitu menebarkan kedamaian menjaga keamanan dan menghalau bahaya.

Showing 1 of 1
Share.

Leave A Reply

3 − 3 =