Mencegah Doktrin dan Gerakan Radikal

Belakangan ini kelompok teroris gencar menebarkan doktrin radikal dan menginfokan bahwa berbuat radikal yang berdasarkan pada agama itu sangatlah diajarkan dalam agama. Bukti keaktifan kelompok ini ialah melakukan gerakan di berbagai sudut desa untuk membuat ketertarikan seseorang bergabung untuk jihad. Mungkin banyak yang bertanya, bagaimana seseorang mengetahui tentang doktrin radikalisme?

Seseorang menjadi teroris tidak datang tiba-tiba. Ada sebuah proses yang dilalui. Salah satu proses yang tidak dirasakan adalah doktrin kekerasan dan kebencian yang seringkali bisa kita temukan di media sosial. Ujaran kebencian yang berkali-kali muncul, secara tidak sadar telah mempengaruhi alam bawah sadar orang lain. Narasi kekerasan inilah, yang menjadi cikal bakal aksi kekerasan ataupun aksi terorisme.

Radikalisme merupakan suatu paham yang menghendaki adanya perubahan atau pergantian terhadap suatu sistem di masyarakat dengan menggunakan kekerasan. Selain itu, radikalisme merupakan sebuah sistem yang dilakukan oleh para teroris dan pendukungnya dengan menggunakan kekerasan yang ekstrem untuk mencapai tujuan tertentu dan memiliki legitimasi doktrin agama itu menjadi biang terbentuknya kelompok-kelompok garis keras. Di sisi lain, gerakan radikal juga memengaruhi pemikiran-pemikiran masyarakat menjadi kaku dan tertutup serta tidak kritis terhadap agama.

Fenomena radikalisme juga sudah masuk dunia Pendidikan  melalui berbagai bentuk media dan metode. Sehingga, melawan radikalisme tidak hanya dengan tindakan, tetapi juga upaya preventif sejak dini agar memiliki pemahaman yang benar. Dengan itu gerakan radikalisme tidak muncul, terlebih bagi anak-anak usia sekolah. Oleh karena itu, perlu adanya strategi dalam menangkal radikalisme. 

Sementara itu, hal utama yang mampu mencegah doktrin dan radikalisme ataupun terorisme, yaitu internalisasi nilai-nilai agama yang moderat. Islam Rahmatan Lil Alamin merupakan doktrin jalan keluar dari sebuah sistem dasar agama yang ditawarkan oleh ulama ulama Islam sebagai philosofische atau dasar, filsafat, jiwa manusia.

Upaya upaya lain untuk mengantisipasi penyebaran radikalisme juga di lakukan melalui pendekatan tokoh masyarakat, tokoh agama moderat, dan tokoh yang tidak punya pandangan radikal. Hal itu penting untuk terus dilaksanakan, terutama untuk membentuk pola pikir yang lebih moderat dan pemahaman yang benar yang ujungnya adalah adanya keyakinan bahwa agama dan negara itu tidak bertentangan.

Latest articles

Related articles

Leave a reply

Please enter your comment!
Please enter your name here

10 − 3 =