Mengenal Aktor Utama Bom Bali I

Bom bali 2002 atau juga dikenal dengan sebutan bom Bali I adalah serangkaian peristiwa pengeboman yang terjadi di tiga tempat berbeda di Legian Bali, Bom yang terjadi pada malam 12 Oktober 2002 itu terjadi di Puddy’s Pub, Sari Club dan di dekat Kantor Konsulat Amerika Serikat.

Akibat dari pengeboman itu sebagaimana di tulis: wikipedia 202 orang dinyatakan meninggal dunia sementara yang mengalami luka-luka berjumlah 209 orang, korban kebanyakan adalah warga negara Australia yang sedang berlibur di Bali dan ada juga korban dari berbagai negara termasuk masyarakat bali sendiri.

Aparat kepolisian sigap menghadapi teror yang menggemparkan dunia itu, dan dalam waktu singkat aparat berhasil mengendus aktor pelaku teror tersebut.

Yang pertama ditangkap adalah Amrozi, dari pengembangan pemeriksaan Amrozi akhirnya kepolisian berhasil menguak jaringan dan para pelaku yang terlibat dalam teror bom bali I tersebut.

Banyak aktor yang terlibat dalam kasus tersebut namun yang ada tiga nama pelaku utama bom bali I yang paling menyita perhatian publik yaitu Amrozi, Imam Samudra dan Mukhlas.

Amrozi

Amrozi bernama lengkap Ali Amrozi bin H. Nurhasym  lahir di desa Tenggulung Jawa Timur pada 5 Juli 1962,  adalah anak ke enam dari delapan bersaudara, disamping itu juga ia memiliki lima saudara tiri.

Semasa kecil Amrozi termasuk anak yang Bengal dan bandel, dalam sekolah pun prestasinya biasa biasa saja bahkan saat ia menempuh Pendidikan di tingkat Aliyah tepatnya di Madrasah Aliyah Muhammadiyah di daerahnya ia di Drop out karena banyak melakukan pelanggaran.

Walau ayahnya seorang Carik, namun Amrozi tidak memiliki pekerjaan tetap dan hal itu membuatnya merantau ke Malaysia mengikuti Kakak Iparnya yang tinggal di sana, di Malaysia Amrozi bekerja sebagai buruh kasar, dan hanya bertahan setengah tahun kemudian ia Kembali ke Indonesia.

Selanjutnya pada tahun 1985 Ia menikah dengan  Rohmah, namun pernikahan itu tidak bertahan sampai satu tahun karena factor ekonomi, mereka akhirnya bercerai.

Setelah perceraian dengan istrinya, Amrozi Kembali pergi ke Malaysia, tepatnya pada tahun 1992 kali ini ia bermaksud mengikuti salah satu kakaknya Mukhlas yang merupakan salah satu Pengelola Pondok Pesantren Lukmanul hakim di Johor Malaysia.

Di sana Amrozi belajar agama Bersama kakaknya Muklas, dan dari sanalah Amrozi mulai terpapar pemikiran radikal dan ekstrim.

Pada tahun 1997 Amrozi pulang Kembali ke Indonesia kemudian menjadi montir dan membuka usaha bengkel Motor dengan nama Jilbab Motor Plus pada tahun 2001, pada 7 Juli 2003 Amrozi di Vonis mati.

dalam peristiwa Bom bali I ia teribat sebagai penggerak utama dala aksi teror tersebut. atas keterlibatannya Amrozi difonis Mati oleh pengadilan pada tanggal 7 Juli 2003 Amrozi difonis Mati oleh Pengadilan.

setelah melalui proses Panjang akhirnya pada tanggal 9 November 2008 Amrozi di eksekusi mati Bersama Imam Samudra dan Ali Gufron.

Baca Juga: https://carubannusantara.or.id/perbedaan-motif-dan-sasaran-teroris-antara-tahun-2000-2010-dengan-tahun-2011-2020/

Imam Samudra

Imam Samudra adalah pria kelahiran Serang banten pada tanggal 14 Januari 1970, semasa kecil ia benama Abdul Ajiz bin Shihabuddin ia adalah anak ke 8 dari 11 bersaduara.

Imam Samudra hidup dalam lingkungan keluarag yang taat beragama, ia juga termasuk anak yang pandai terutama di bidang IPA dan matematika.

Imam Samudra menempuh Pendidikan Formal hanya sampai tingkat Aliyah, Setelah Lulus dari Aliyah ia kemudian merantau ke Malaysia untuk mencari penghidupan dengan berdagang pakaian, sambil berdagang ia juga meneruskan belajar agama serta aktif menambah wawasan keagamaan melalui internet.

Pergi ke Afghanistan

Atas rekomendasi dari Abdullah sungkar, Imam Samudra ikut pergi ke Afghanistan untuk membantu tantara jihadis disana dalam rangka melawan Uni Soviet. Disana juga ia aktif berlatih perang dan merakit bom.

Sepualng dari Afghanistan, ia berniat melakukan perlawanan terhadap non muslim dan  hegemoni barat dengan cara mengebom tempat yang di yakini sebagai tempat berkumpulnya orang orang barat.

Pada tahun 2000 Imam Samdura alias Ajiz melakukan pengeboman di sebuah gereja di Batam, dan atas pengakuan tersangak Abdul Ajiz alias Imam samudra terlibat dengan berbagai kejadian bom yang terjadi di Indonesia.

Kembali ke Malaysia

Setelah aksi terornya ia Kembali ke Malaysia Bersama istri dan ketiga anaknya, sempat pulang sbentar dan Kembali lagi ke Malaysia, di sana ia ikut mendirikan Jama’ah Islamiyah Bersama Abu bakar baasyri dan Abdullah Sungkar.

 Pada tahun 2002 ia Kembali ke Indonesia dan Bersama Amrozi Ali Imron dan Ali Gufron ia terlibat langsung dalam peristiwa Bom bali tersebut.

Atas kejahatannya itu ia di Vonis hukuman mati pada tanggal 10 september 2003, setelah melalui proses panjang akhirnya pada yanggal 9 November 2008 Imam Samudra dieksekusi mati bersama Amrozi dan Ali Ghufron.

Mukhlas

Mukhlas yang juga dikenal dengan nama Ali Gufron lahir di lamongan pada 2 Februari 1960 dengan nama Huda bin Abdul Haq

Selapas sekolah Dasar, Mukhlas melanjutkan penddikannya ke Pesantren Al Mukmin Ngruki solo dibawah pimpinan Abubakar Ba’asyri dan Abdullah Sungkar, dia pun tercatat sebagai Mahasiswa pada Universitas Islam Surakarta.

Belum sempat menyelesaikan kuliahnya di Universitas Islam Surakarta, Mukhlas atas rekomendasi dan dorongan Abdullah Sungkar memilih pergi ke Afghanistan untuk membantu kaum Jihadis dalam rangka melawan Agresi Uni Soviet.

Mukhlas tinggal di Afghanistan selama  enam tahun semenjak 1984 sampai dengan 1990.

Mukhlas bertemu langsung dengan Osama bin laden, penguasaanya terhadap Bahasa Arab membuatnya dapat berkomunikasi dengan baik Bersama Osama, Muklaslah yang membawa Uang dari Osama untuk serangkaian teror yang dilakukan oleh JI di Asia tenggara Khususnya Indoensia.

Sepulang dari Afghanistan ia menetap di Malaysia dan mengkonsolidasi anggota Jama’ah Islamiyah, selanjutnya ia diangkat sebagai Amir JI mantiqi I yang wilayah kekuasaanya meliputi Thailand selatan Malaysia Singapura dan Sumatra.

Ditahun 1991 Muklas mendirikan Pondok Pesantren Lukmanul hakim atas restu dan instruksi dari Abdullah Sungkar dan Abu Bakar Ba’asyir. Pesnaten ini memiliki sistem Pendidikan persis seperti Pesantren Al Mukmin ngruki Solo, yang menyebarkan faham radikal dan ekstrim.

Di pesantren ini juga berkumpul beberapa actor teror seperti Nurdin M. Top yang bertugas sebagai Kepala Sekolah, Dr. Azhari sebagai direktur Dewan pengrus Pesantren dan lainnya.

Di pesantren ini Muklas melakukan indoktrinasi dan penyebaran faham radikal kepada santri santrinya. atas doktrinasi itu salah satu santrinya bernama Muhammad Rais tampil semabagi pelaku bom bunuh diri di Hotel JW Marriot.

Mukhlas terlibat berbagaimacam aksi Teror bom di Indonesia yang terjadi pada tahun 2001, dan pada peristiwa Bom bali I ia terlibat sebagai pencari dana, atas bukti keterlibatannya itu Mukhlas di Jatuhi hukuman Mati pada 2 OKTOBR 2003, dan setelah melalui rangkaian proses Panjang pada tanggal 9 November 2008 Muklas alias Ali Ghufron di eksekusi mati Bersama Amrozi dan Imam Samudra.

Abdul Hadihttps://carubannusantara.or.id/
Seorang Pelajar, yang selalu berusaha belajar

Artikel Terbaru

Related articles

Leave a reply

Please enter your comment!
Please enter your name here

one × 3 =