Menguak Siapa Boko Haram – Kelompok Teror di Afrika

Munculnya istilah islamophobia adalah imbas yang dihasilkan dari kegiatan terorisme dengan membawa latar belakang agama. Stigma bahwa kelompok teror berasal dari timur tengahpun terbentuk dalam pandangan masyarakat seiring dengan maraknya pemberitaan pelaku teror beragama islam. Tetapi sel kelompok teror pada kenyataannya bukan hanya berasal dari Jazirah Arab saja. Salah satunya kelompok teror yang berasal dari Nigeria bernama Boko Haram. Nama yang cukup dikenal luas dengan berbagai aksi teror yang mengerikan. Siapa sebenarnya Boko Haram ini?

Sejarah Boko Haram

Boko Haram yang berarti “Ajaran Barat Haram” didirikan oleh Mohammad Yusuf di Maiduguri, kota terbesar di sebelah timur laut Nigeria tahun 2002. Yusuf kemudian merekrut pemuda miskin dan pengangguran untuk membuat gerakan Islam dan menempatkan diri sebagai oposisi pemerintah saat itu. Mereka menganggap bahwa pemerintahan adalah penyembah berhala atau thagut.

Mohammad Yusuf sebagai penggagas gerakan ini memiliki tujuan yaitu menegakkan negara dengan berdasarkan aturan hukum islam secara murni. Kemauan kuat tersebut akhirnya membuat organisasi ini bertindak brutal, mereka juga dengan sangat keras menolak dan menentang budaya barat. Boko Haram berevolusi menjadi kelompok teroris berpaham islam menyimpang, para pengikutnya sudi mengorbankan diri dengan melakukan pengeboman. Mereka berkeyakinan bahwa membunuh adalah jihad yang harus dilakukan.

Baca Juga: Lashkar-e-Taiba – Kelompok Teroris di Daratan India

Pada Juli 2009 sang pendiri Mohammad Yusuf tewas dalam tahanan polisi, tampuk kepemimpinan kemudian dipegang oleh Abubakar Shekau. Sejak dipimpin oleh Shekau, BK menjadi jauh lebih radikal dan banyak melakukan pembunuhan.

Dari kurun waktu 2002 – 2013 lebih dari 10.000 nyawa menjadi korban kekejaman Boko Haram. Mereka menyasar siapapun yang dianggap musuh baik pejabat pemerintahan, aparat negara, turis barat dan bahkan warga sipil.

Walaupun organisasi tersebut lahir di perkotaan, tetapi kemudian mereka bergeser ke perbatasan Kamerun dan Nigeria. Para petinggi BK memilih untuk menetap jauh dari perkotaan dengan dalih mengikuti pejuang Islam dulu kala. Sekarang ini mereka menempati kawasan Pegunungan Mandara yang membentang di perbatasan sebelah utara Kamerun dan Nigeria. Pegunungan terjal berbatu dan dihuni banyak penduduk membuat daerah itu menjadi kawasan pertahanan cukup kuat untuk Boko Haram.

Rekap Jejak Teror

2009

  • Penyerangan Polisi
    • Tahun 2009 polisi Nigeria mulai melakukan investigasi terhadap Boko Haram, pada 26 Juli pihak kepolisian menagkap 9 teroris Boko Haram beserta beberapa pucuk senjata dan juga peralatan untuk merakit bom. Selanjutnya terjadi penyerangan kepada polisi dengan dugaan motif balas dendam di . Satuan gabungan aparat dikerahkan untuk mengatasi hal tersebut. Kerusuhan terjadi di Bauchi, Maiduguri, Potiskum dan Wudil. Kejadian ini menyebabkan lebih dari 700 orang tewas dan pos polisi, sekolah, kantor pemerintahan rusak. Tetapi polisi berhasil menangkap pemimpin Boko Haram yaitu Mohammad Yusuf.

2010

  • Pembobolan Penjara Bauchi
    • Pada 07 September 2010 dengan adanya pemimpin baru, Boko Haram membobol penjara di daerah Bauchi untuk mengeluarkan 108 anggota mereka yang ditangkap dan juga 600 napi ikut keluar. Setelah kejadian ini mereka mulai banyak melakukan kegiatan teror.
  • Pengeboman Jos
    • Pada 24 Desember 2010, Boko Haram meledakkan empat bom di daerah Jos.
  • Pengeboman Abuja
    • Pada 31 Desember 2010, terjadi pengeboman markas militer di Abuja. Empat warga tewas dalam peristiwa tersebut.

2011

  • Bom Markas Polisi Abuja
    • Pada 06 Juli 2011, Boko Haram melakukan pengeboman menggunakan alat peledak improvisasi (IED) yang dibawa menggunakan mobil kepada markas polisi di daerah Abuja. Setidaknya 6 orang tewas dalam peristiwa ini.
  • Bom Markas PBB di Abuja
    • Pada 26 Agustus 2011, Markas PBB di daerah Abuja kembali menjadi sasaran teror kelompok Boko Haram. Ini merupakan kali pertama bom ditargetkan kepada sasaran barat. Bom tersebut menewaskan puluhan staf PBB dan melukai ratusan orang lainnya.
  • Teror Pasca Pelantikan Presiden Nigeria
    • Beberapa jam setelah pelantikan presiden Goodluck Jonathan, tepatnya pada Mei 2011. Terjadi serangkaian pengeboman yang dilakukan oleh Boko Haram di 3 tempat, yakni Bauci, Zaria dan Abuja
  • Rangkaian Bom Hari Natal
    • Pada hari Natal tahun 2011, terjadi serangkaian bom yang meledak di hampir seluruh daerah. Di Abuja ledakkan bom menewaskan 37 orang dan menyebabkan satu gereja hancur. Menurut keterangan beberapa warga di hari itu mayat tergeletak dimana-mana dan puluhan mobil terbakar. Atas kejadian teror tersebut pemerintah mengumumkan keadaan darurat pada Malam Tahun Baru di wilayah pemerintah lokal Jos, Borno, Yobe , dan Niger dan menutup perbatasan internasional di timur laut.

2012

  • Penyerangan Gedung Polisi
    • Pada 20 Januari 2012 terjadi penyerangan besar-besaran oleh kelompok Boko Haram di gedung polisi Kano. Mereka mengerahkan mobil bermuatan bom, pria bersenjata lengkap dan juga bom bunuh diri. Kurang lebih 190 orang menjadi korban atas peristiwa tragis tersebut.

2013

  • Penembakan Massal
    • Pada 11 Agustus 2013, Boko Haram membunuh 44 orang dalam penembakan massal di sebuah masjid di Konduga , Negara Bagian Borno.

2014

  • Pemboman Maiduguri Januari
    • Sebuah pemboman mobil di Maiduguri pada 14 Januari menewaskan sedikitnya 17 orang.
  • Penculikan Chibok
    • Pada bulan April, Boko Haram menculik 276 siswi dari Chibok . Shekau mengumumkan niatnya untuk menjual mereka sebagai budak.
  • Penculikan di Dekat Perbatasan Nigeria
    • Pada 16 Mei, sepuluh pekerja Tiongkok diculik dalam penggerebekan di kamp perusahaan konstruksi di Waza, dekat perbatasan Nigeria. Kendaraan dan bahan peledak juga disita dalam penggerebekan itu, dan seorang tentara Kamerun tewas.
  • Serangan di Kamerun
    • Pada paruh kedua bulan Desember, fokus aktivitas dialihkan ke Wilayah Utara Jauh Kamerun, dimulai pada pagi hari tanggal 17 Desember ketika konvoi tentara diserang dengan IED dan disergap oleh ratusan militan di dekat kota perbatasan Amchide , 60. kilometer (40 mil) di utara ibu kota negara bagian Maroua . Seorang tentara dipastikan tewas, dan diperkirakan 116 militan tewas dalam serangan itu, yang diikuti oleh serangan lain semalam dengan korban yang tidak diketahui.

2015

  • Pembantaian di Baga
    • Pada 3 Januari 2015, Boko Haram menyerang Baga , merebutnya dan pangkalan militer satuan tugas gabungan multinasional. Saat para militan maju, tentara melarikan diri. Diduga sekitar 150 orang lebih menjadi korban.
  • Serangan di Afrika Barat
    • Pada tanggal 4 Februari, Tentara Chad membunuh lebih dari 200 militan Boko Haram. Segera setelah itu, Boko Haram melancarkan serangan ke kota Fotokol di Kamerun, menewaskan 81 warga sipil, 13 tentara Chad dan 6 tentara Kamerun.

Teror dari BH terus berlanjut hingga kini, baca selengkapnya disini

Terorisme bisa muncul dari siapa saja, praktek tersebut tidak diajarkan dalam literatur agama apapun. Munculnya Boko Haram di tanah Afrika adalah tanda bahwa ideologi terorisme dan radikalisme bisa muncul dan tumbuh di sekitar kita. Dalih agama bukanlah acuan atas tindakan keji tersebut. Semua adalah kesalah pahaman dalam memaknai literatur yang di ajarkan dalam suatu agama.

Kegiatan terorisme bukan berasal dari ajaran agama apapun. Hal tersebut juga menjadi konsensus seluruh negara di dunia.

Artikel Terbaru

Related articles

Leave a reply

Please enter your comment!
Please enter your name here

6 − 4 =