Mujahidin Indonesia Barat (MIB) Sang Pengumpul Dana Terror

Whatsapp Pinterest LinkedIn Tumblr +

Mujahidin Indonesia barat atau biasa di singkat dengan MIB adalah kelompok teroris yang di deklarasikan oleh Amat untung Hidayat alias Abu Roban pada  Bulan Desember Tahun  2012.

Sebelum mendeklarasikan MIB Abu Roban pria kelahiran 4 Pebruari 1972 ini merupakan pengikut Abu Umar teroris yang memiliki jaringan dengan MILF (Moro Islamic Levante Force) yang berperan sebagai penyelundup senjata dan yang melakukan doktrinasi terorisme serta mengajak beberapa warga Indonesia untuk ikut membantu perjuangan misili Moro.

Selepas ditangkapnya Abu Umar, Abu Roban mengkonsolidasi pengikut Abu umar, dan kemudian melakukan deklarasi Pembentukan MIB (Mujahidin Indonesia barat) Abu Roban berposisi sebagai Amir dengan dua orang menteri dan beberapa Gubernur.

Angga yang di posisikan sebagai Menteri dalam negeri adalah mantan Anggota JAT begitu juga dengan Purnama Adi Sasongko yang menempati posisi sebagai Menteri keuangan ia juga merupakan mantan anggota Jaringan JAT.

Disamping Menteri, Abu Roban juga mengangkat beberapa Gubernur yaitu : Bayu Alias Ucup Sebagai Gubernur Lampung, Agung alias Primus sebagai Gubernur Jakarta, Willem Maksum sebagai Gubernur Jawabarat, Pak De alias Sule sebagai Gubernur Jawatengah, Budi Utomo alias Andri sebagai Gubernur Jawatimur dan Robithoh alias Iskandar untuk Gubernur Bima.

AKSI PERAMPOKAN

Agak berbeda dengan Kelompok Teroris lain, Mujahidin Indonesia Barat ini menjadikan perampokan sebagai bagian dari program mereka disamping juga melakukan Tindakan Terorisme dan upaya menyulut konfilk di daerah daerah rawan konflik dengan tujuan menggagalkan pemilu 2014.

Aksi perampokan yang dilakukan oleh Mujahidin Indonesia Barat ini ditujukan untuk mengumpulkan dana yang mereka sebut dengan istilah Fa’i dan dana itu 20 persen untuk anggota sementara yang 80 persennya  digunakan untuk  operasional aksi terorisme yang akan mereka lakukan dan juga untuk membantu Gerakan terorisme Mujahidin Indonesia Timur pimpinan Santoso yang memiliki cita cita mendirikan negara Islam.

baca juga : https://carubannusantara.or.id/poso-menjadi-tanah-jihad/

Diantara aksi perampokan yang dilakukan oleh MIB adalah perampokan terhadap bank yang ada di Tambora Jakarta, lampung,  Grobogan dan lain-lain. Dan dari berbagai macam perampokan itu terkumpul dana sekita 1,8 Miliar.

 

Disamping merampok, MIB juga mengumpulkan dana dengan cara donasi dari simpatisannya.

Salah satu simpatisan yang menjadi penyandang dana bagi  kegiatan terosisme MIB adalah Santoso yang ditangkap oleh Densus 88 pada 2 Peb 2016.

TIDAK BERKEMBANG

Berbeda dengan kelompok TERORIS lain semisal ISIS AL-Qaeda dan lainnya yang selalu berhasil melanjutkan pergerakan mereka dan mengganti pemimpin yang tewas dengan pemimpin yang baru, Kelompok Mujahidin Indonesia barat ini rupanya tidak memiliki sosok yang bisa menggantikan Abu Roban sebagai pemimpin, sehingga selepas tewasnya Abu Roban nyaris kelompok ini tidak berkembang, perlawanan yang dilakukan oleh para anggota MIB ini lebih menunjukkan balas dendam atas kematian pimpinannya, namun tidak ada satupun diantara mereka bisa menggantikan posisi Abu Roban sebagai Amir, sehingga kelompok ini Bubar dan semua jaringannya tertangkap oleh densus 88.

Share.

Leave A Reply

eleven − 9 =