Pemanfaatan Game Online oleh Kelompok Teroris

Pola Komunikasi dalam Game Online

Komunikasi merupakan upaya dalam melakukan interaksi sosial, baik itu individu dengan individu, atau individu dengan kelompok, maupun kelompok dengan kelompok. Dalam hal ini terjadinya komunikasi karena adanya interaksi atau umpan balik dari yang menerimanya. Komunikasi di era sekarang tidak lagi di batasi oleh ruang dan waktu, platform social media menawarkan banyak kemudahan dalam melakukan komunikasi sosial.

Bagaimana kelompok teroris melakukan komunikasi di era internet ini? Banyak hal yang dilakukan oleh kelompok teroris dalam memanfaatkan fasilitas komunikasi di internet, pemanfaatan tersebut dijadikan sebagai media propaganda, rekrutmen, dan kepentingan lainnya. Kelompok teroris ISIS misalnya, pada beberapa tahun lalu sempat menghebohkan jagat media sosial yang ada di Indonesia. Melalui platform Youtube kelompok ini mengunggah sebuah video dengan bertajuk Joint The Rank. Dalam video tersebut, ditampilkan seorang pria Indonesia bernama Bahrumsyah yang mengajak warga Indonesia dan sekitarnya untuk bergabung dengan ISIS. Tentu bukan hanya youtube saja yang dimanfaatkan oleh kelompok teroris, platform-platform media sosial seperti facebook, twitter dan yang lainya pun tidak luput dari jangkauan mereka, apalagi platform-platform tersebut menyediakan ruang komunikasi baik di berandanya maupun ruang khusus seperti chatting dan video call.

Setelah ruang gerak mereka dalam memainkan media sosial mulai terpantau oleh aparat negara, bukan berarti permainan mereka dalam memanfaat dunia internet sebagai alat komunikasi kemudian terhenti. Dalam pemberitaan sejumlah media, Badan Siber dan Sandi Negara mendeteksi bentuk komunikasi baru yang digunakan oleh kelompok teroris dengan menggunakan aplikasi game online. Menurut Juru Bicara BSSN, Anton Setiawan mengatakan, ada bukti nyata penggunaan game online sebagai alat komunikasi teroris, yaitu dalam serangan yang terjadi di Prancis pada 2015 lalu, disinyalir kelompok teroris berkomunikasi melalui game di konsol Play Station 4 (PS4).

Ada beberapa game online yang berpotensi dimanfaatkan oleh kelompok teroris, diantaranya adalah game yang memiliki  fasilitias chating ataupun pesan suara yang memungkinkan pemain game tersebut berkomunikasi langsung dengan pemain lainnya, ini yang mungkin akan menyulitkan para pemangku kebijakan dalam melakukan proteksinya.

Ternyata bukan hanya sekedar memanfaatkan fasilitas komunikasi yang ada di game online saja, kelompok teroris ini malah sudah bisa membuat game sendiri, diantaranya ialah Quest for Bush. Menurut laman en.wikipedia.org, Quest for Bush adalah  sebuah video game first-person shooter gratis yang dirilis oleh Global Islamic Media Front (sebuah organisasi propaganda al-Qaeda) pada bulan September 2006. Sesuai dengan genre-nya, tujuannya adalah untuk melawan tentara Amerika melalui enam level dan pada akhirnya membunuh bos, George W. Bush. Arsip dan nama filenya semuanya disebut Quest for Bush, karena ini merupakan modifikasi dari Quest for Saddam, yang dirilis oleh Petrilla Entertainment pada tahun 2003. Namun, layar judul menyebutnya sebagai Night of Bush Capturing. Dan masih ada sederet game lain yang dibuat oleh kelompok teroris.

Sementara menurut badan keamanan siber Amerika Serikat, New Jersey Cybersecurity and Communications Integration Cell (NJCCIC) menyebutkan bahwa Media komunikasi teroris menggunakan cara baru yakni dengan menggunakan game online, enkripsi, website gelap, dan cryptocurrency untuk rekrutmen dan menyebarkan propaganda dan ini sulit untuk dilacak.

Peluang dari Game Online

Jika fenomena ini tidak dipantau dengan serius, maka bisa dimungkinkan game online yang di buat oleh kelompok teroris ini akan berkembang dan kemudian beredar di masyarakat, khususnya di kalangan anak muda. Game online sudah menjadi bagian yang tak terpisahkan dari dunia anak muda, ada yang sekedar mengisi waktu luang ada pula yang sampai kecanduan. Dalam beberapa kasus penyerangan diluar negeri, seperti penyerangan di masjid Selandia Baru, pelakunya terinspirasi dari game yang ada di gadget. Sekarang coba bayangkan, jika game yang di buat oleh kelompok teroris yang isi permainanya melakukan tindakan teror kemudian menginspirasi generasi muda? Tentu ini akan menjadi peluang yang terbuka lebar bagi kelompok teroris dalam melakukan rekruitmen terhadap generasi muda.

Peluang berikutnya adalah mereka bisa mendapatkan dana secara legal dari game yang mereka buat. Bisa saja mereka membuat sebuah game yang cara penggunaanya (memainkan game) harus menggunakan chip atau diamond. Di beberapa game online ternama biasanya menyematkan diamond sebagai mata uang pemium  agar game yang dimainkan bisa berada pada level yang di inginkan. Tetapi memang, untuk mendapatkan diamond tersebut begitu sulit, sehingga peluang ini di manfaatkan oleh penyedia games untuk meraup keuntungan, dengan cara melakukan top-up atau pembelian diamond melalui transaksi perbankan. Kedepan kelompok teroris juga bisa melakukan hal serupa, tentu dengan kamuflase games yang mereka buat.

Baca Juga: https://carubannusantara.or.id/terorisme-dalam-game/

Latest articles

Related articles

Leave a reply

Please enter your comment!
Please enter your name here

18 − 1 =