Pembubaran Hizbut Tahrir di Mesir

Whatsapp Pinterest LinkedIn Tumblr +

Polemik Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) kembali mencuat setelah beberapa waktu lalu, ormas pemuda berkoordinasi dengan aparat keamanan melakukan tabayun dengan mendatangi madrasah yang diduga digunakan untuk mengembangkan sel-sel baru HTI.

HTI sendiri merupakan organisasi yang sudah resmi dibubarkan oleh pemerintah Indonesia. Tetapi pahamnya masih terus disebar luaskan oleh aktivis-aktivis HTI. Metode dakwah bawah tanah menjadi opsi yang harus dilakoni para pengikutnya, dengan menjadikan lembaga-lembaga pendidikan dan rumah ibadah sebagai ladang yang tepat untuk menyemai benih.

Baca juga: HTI dan Cita-cita Penegakan Sistem Khilafah

Di Indonesia pengajaran ilmu keagamaan mendalam kebanyakan diajarkan di dalam Pondok Pesantren. Sementara dalam kehidupan masyarakat secara umum, solusi dari kesenjangan teologis atau pembekalan ilmu agama, mereka dapatkan dari khutbah, pengajian umum atau madrasah kampung, yang rata-rata tidak mengkaji dalam kitab-kitab karangan ulama salaf. Mereka hanya mendengarkan ucapan dari figur ustadz saja. Situasi ini yang kemudian dimanfaatkan oleh sekelompok orang untuk mempengaruhi orang lain. 

Gejolak Hizbut Tahrir di Mesir

Beberapa dekade lalu negara-negara di Timur Tengah sebenarnya sudah mengambil tindakan dengan cara melarang dan menutup ruang untuk menekan berkembangnya Hizbut Tahrir. Negara yang menjadi basis umat Islam dan bahkan menerapkan hukum islampun seperti Arab Saudi, Suriah, Yordania, Turki dan Mesir sudah terlebih dahulu melarang HT untuk masuk dan berkembang.

Pada masa pemerintahan Gamal Abdul Nasser (1958-1970) pergerakan Hizbut Tahrir di Mesir mendapatkan penekanan dan pembatasan, hal tersebut berlandaskan karena keinginan HT untuk mendirikan khilafah islamiyah dengan mengganti konstitusi negara. Atas perlakuan otoritas pemerintah mesir saat itu, HT mulai melakukan dakwah secara tertutup. 

Pada tahun 1974 aktivis HT bersama Ikhwanul Muslimin melakukan kudeta atas pemerintahan Anwar Sadat, pada saat itu juga, beberapa pemuda masuk ke sekolah militer di sekitar Kairo dan akan melakukan pembunuhan terhadap Presiden Sadat. Beberapa informasi mengatakan bahwa pelaku terpapar ajaran radikal dari salah seorang aktivis HT. Percobaan kudeta gagal tersebut membuat banyak aktivis HT dipenjara oleh otoritas Mesir. Dari situ kemudian perkembangan HT di Mesir mulai menurun dan penyebaran berekspansi ke negara-negara di Asia. 

Dakwah HT secara tertutup juga ternyata mampu memobilisasi banyak orang. Ketidakcocokan beberapa warga dan mahasiswa atas pemerintah Mesir saat itu, dapat dimanfaatkan oleh HT dengan mendakwahkan paham-paham khilafah. 

Paham yang diajarkan oleh Taqiyuddin An-Nabhani dalam beberapa buku yang ia tulis seperti Nidzam al-Hukm fi al-Islam, al-Nidzam al-Iqtishadi fi al-Islam, al-Nidzam al-Ijtima’i fi al-Islam, al-Syakhshiyyah al-Islamiyyah, al-Dawlah al-Islamiyyah, al-Khilafah, Inqadz Falestin, Kayfa Huddimat al-Khilafah, al-Fikr al-Islamy, secara explicit menentang konsep negara-bangsa dan nasionalisme dengan retorika anti-barat, anti-demokrasi dan ideologi khilafah. Hal tersebut yang menuntun para pengikutnya untuk menolak segala bentuk maupun konsep negara dan bangsa. 

Dalam literatur HT, mereka merancang sistem kekhilafahan terperinci yang dikemudian hari akan dijadikan sebuah sistem yang sah. Atas dasar tersebut HT selalu memposisikan diri menjadi oposisi pemerintahan walaupun di negara yang berdasarkan hukum Islam.

Kutipan dari An-Nabhani dalam kitabnya yang berbunyi “Hukum Islam mustahil untuk bisa ditegakkan dengan sempurna kecuali dengan khilafah Islamiyah”, mungkin menjadi paham dan ideologi yang mengerak dalam tubuh anggota HT. Sehingga pendirian khilafah Islamiyah merupakan hal yang mutlak wajib tanpa alasan apapun.

Kudeta adalah salah satu tindakan nyata tentang bagaimana HT menggunakan berbagai cara untuk merobohkan kekuasaan yang ada. Selain Mesir HT juga terlibat kudeta di beberapa negara seperti Yordania (1969), Irak (1972), Suriah (1976) dan Pakistan (2011).

Share.

Leave A Reply

18 − twelve =