Penyandang Dana Terorisme dalam Sejarah Islam

Cirebon, Carubannusantara.co.id – Penyandang dana terorisme selalu menjadi kajian yang tidak terpisahkan dari setiap diskusi atau pembahasan aksi teror. Pada dasarnya hal ini menunjukkan bahwa setiap kejahatan tidak mungkin berdiri sendiri. namun selalu ada keterlibatan pihak lian, husunya penyandang dana.

Baca juga :  https://carubannusantara.or.id/jejak-dana-teroris/

dalam hal ini Keterlibatan penyandang dana tindakan pembunuhan atau terorisme juga beberapa kali  terjadi di masa awal Islam. Salah satu yang tercatat dan menjadi kajian serius pemerhati sejarah islam adalah tragedi Pembunuhan terhadap Hasan bin Ali r.a.

Hasan  bin Ali r.a, adalah Khalifah ke lima dalam sejarah islam, beliau di baiat oleh kaum muslimin menjadi Khalifah menggantikan Ayahanda beliau Ali bin Abi Tholib r,a. Ali bin Abi Thalib sendiri merupakan Khalifah ke empat yang Syahid di bunuh oleh Ibnu Muljam , tokoh Khowarij berfaham tekstual, dan konserfatif.

Disatu pihak Muawiyah enggan membaiat Hasan bin Ali r.a, dengan alasan kasus Pembunuhan Khalifah Ustman belum terselesaikan.

Menjaga persatuan Umat islam

Sehubungan dengan itu, Hasan bin Ali yang lebih memilih menjaga kesatuan Umat islam akhirnya menyerahkan ke Khalifahan kepada Mua’wiyah. Hal ini menunjukkan bawha menjaga persatuan umat islam adalah hal yang paling penting bagi beliau.

Meskipun Demikian, Hasan bin Ali tetap mengajukan persyaratan dengan bahwa sepeninggal Muawiyah urusan ke Khalifahan di serahkan kepada kaum Muslimin.

Namun Yazid yang sangat berambisi untuk mewarisi Tahta ke Khalifahan dari ayahnya tidak menyukai kesepakatan tersebut, ia berusaha menggagalkannya.

Istri Hasan bin Ali di bayar untuk meracuni suaminya

Untuk dapat mensukseskan ambisinya Yazid berusaha menyingkirkan Hasan bin Ali r.a, dan ia membayar Jad’ah binti atsy’as untuk meracuni suaminya. Ja’dah adalah istri Hasan bi Ali r.a, ia tega meracuni suaminya karena berharap akan di peristri oleh Yazid kelak.

Akibat racun yang mengenainya beliau sampai memuntahkan darah kental yang disebabkan oleh dampak racun yang sudah menjalar kedalam tubuhnya tersebut. Tabib yang ahli menangani orang yang keracunan pun gagal menyembuhkan beliau disebabkan racun yang sangat kuat tersebut.

Hasan bin Ali meninggal dunia dalam keadaan Syahid akibat racun tersebut, namun beliau tidak mengijinkan adiknya Husain bin Ali untuk melakukan aksi pembalasan.

bahkan ketika Husain menanyakan siapa pelakunya Hasan memilih tetap merahasiakannya agar tidak ada pertumpahan darah sepeninggal beliau.

Avatar
Abdul Hadihttps://carubannusantara.or.id/
Seorang Pelajar, yang selalu berusaha belajar

Latest articles

Related articles

Leave a reply

Please enter your comment!
Please enter your name here

twelve − 1 =