Profil Bahrun Naim

Whatsapp Pinterest LinkedIn Tumblr +

Pada kesempatan kali ini, kita akan membahas biografi tokoh teroris Muhammad Bahrun Naim Anggih Tamtomo, dia diduga berada di balik aksi teror bom di kawasan Jalan Thamrin, Jakarta Pusat.

Siapakah Bahrun Naim?

Nama aslinya adalah Muhammad Bahrun Naim Anggih Tamtomo.  Nama panggilan di antara teman kelompoknya biasa dipanggil dengan Na’im atau Abu Rayyan atau Abu Aishah. Namun nama ini tidak dikenal di kalangan para aktifis Islam di Indonesia pada umumnya lebih dikenal sebagai Bahrun Naim; lahir di Pekalongan, Jawa Tengah, 6 September 1983 – meninggal di Ash Shafa, Suriah, 8 Juni 2018 pada umur 34 tahun (diduga tewas di bom pesawat tanpa awak/drone USA). 

Naim tumbuh  besar di daerah  Pasar Kliwon. Ia mendapatkan pendidikanya di Universitas Sebelas Maret program D-3 Jurusan Ilmu Komputer Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA). Naim  juga diketahui membuka bisnis warung internet atau warnet. Dan bisnis online pernak-pernik Islam.

Jejak terorisme Bahrun Naim?

Naim sering dikaitkan dengan kelompok jaringan Mujahidin Indonesia Timur  (MIT) pimpinan Santoso alias Abu Wardah  yang diketahui telah berbaiat ke ISIS. Naim disebut sebagai penghubung utama MIT yang bermarkas di Sulawesi dengan ISIS di Timur Tengah. Naim juga  merupakan orang yang mentransfer dana untuk  aksi pada Serangan Jakarta 2016 senilai 40-70 jt. Modus operasi transfer yang di gunakan ialah dengan memanfaatkan financial technology (fintech) berupa akun pembayaran online PayPal dan Bit Coin atas nama Bahrun Naim.

Mengetahui sepak terjang Naim setidaknya sejak 2010. Pada saat itu, tanggal 9 November 2010, Ia ditangkap oleh Detasemen Khusus 88 (Anti-Teror) karena menyimpan 533 butir peluru laras panjang kaliber 7.62 mm, dan 31 butir peluru kaliber 9 mm. Ia mengaku, ratusan butir peluru tersebut merupakan titipan Purnama Putra alias Ipung alias Usamah alias Tikus alias Rizky. Ipung diketahui memiliki jaringan dengan Jamaah Islamiyah dan Noordin M. Top. Atas perbuatannya tersebut, Naim diputuskan bersalah oleh Pengadilan Negeri Surakarta dan dijatuhi hukuman penjara selama 2 tahun. Ipung diketahui saat ini menjadi staff pengajar di salah satu Universitas di bilangan Jakarta Selatan.

Bahrun Naim dan Dunia Maya?

Bahrul Naim bukan sosok yang biasa-biasa saja, namun sosok tokoh teroris ini mempunyai pemahaman soal pemenfaatan teknologi informasi sebagai aksi terror. Ia juga disinyalir merupakan orang pertama dalam kelompok teroris di Indonesia yang menggugah video kelompok jaringan Mujahidin Indonesia Timur (MIT) melalui akun Facebook yang bernama Muhammad Bahrun Naim Anggih Tamtomo. Bahrun Naim pergi ke Suriah untuk bergabung dengan NIIS Negara Islam Irak dan Syam lebih dikenal ISIS (Islamic State Iraq and Syiria) pada tahun 2014 dan tinggal di Raqqa.

Dalam perjalanannya Ia pun diketahui memiliki blog dan rajin menuliskan pemikiran dan pengalamannya di blog tersebut. Salah satu blog yang dimilikinya adalah www.bahrunnaim.site  dan www.bahrunnaim.co  yang saat ini sudah tidak aktif. Namun diketahui, terdapat web lain www.bahrunnaim. website yang menyerupai web-web sebelumnya. Pada salah satu bagian, ia menceritakan perjuangannya sampai ke tanah Suriah.

Pada tulisannya yang lain, ia membuat analisis dari serangan di Paris yang menewaskan 130 orang pada 13 November 2015. Tulisan itu berjudul “Pelajaran dari Serangan Paris” yang dipublikasikan pada 15 November—hanya terpaut dua hari dari Serangan Paris November 2015. Di blognya tersebut, Bahrun menyebut serangan itu menakjubkan, juga inspiratif. Saat ia pergi ke Suriah, ia dilaporkan membawa satu anak dan dua orang istrinya. Saat itu, istri mudanya pergi dalam kondisi hamil.

Share.

Leave A Reply

15 − eight =