Rekomendasi Al Azhar Menolak Radikalisme

Ulama Al Azhar Menolak Radikalisme Atas Nama Agama

Fatwa Al azhar menolak radikalisme

Maraknya aksi Radikalisme dan terorisme atas nama agama, merupakan ancaman yang wajib dicegah  oleh semua pihak, termasuk Ulama.

Pada tanggal 2-3 Jumadil Akhir 1441 H/ 27-28 Januari 2020 M. Universitas Al Azhar menyelenggarakan  Konferensi  Internasional membahas  pembaharuan pemikiran Islam.

Kegiatan  dilaksanakan di Gedung Pusat Konferensi Al Azhar, Kairo. dengan menghadirkan ulama  terkemuka dunia dari berbagai disiplin ilmu..

Point penting Rekomendasi Al Azhar

Konferensi yang berjalan dua hari dengan tujuh sesi bahasan ini, menghasilkan  29 rekomendasi yang garis besarnya terangkum dalam  tujuh poin yaitu :

1. Pentingnya pembaharuan pemikiran keislaman dengan batasan yang ketat.

2.  Penolakan pemahaman sempit teks agama/nash.

3. Pemaknaan jihad yang lebih luas.

4. Konsep pemerintahan modern tidak bertentangan dengan Pemerintahan di masa Sahabat.

5. Hanya pemerintah yang berhak mengajak berperang melawan musuh.

6. Narkotika, korupsi dan sejenisnya, merupakan kejahatan yang harus dihadapi bersama.

7. Perlindungan dan penjagaan hak-hak wanita.

Attajdid atau pembaharuan adalah sebuah keniscayaan

Pembaharuan  merupakan sebuah keniscayaan yang tidak bisa dihindari, sebab teks Suci agama turun dengan latar belakang yang berbeda. Asbanunnuzul atau asbabul wurud menjadi alasan bagaimana sebuah teks agama dianalisa dan kemudian disimpulkan dalam sebuah keputusan hukum.

Keputusan hukum fiqih berangkat dari sebab turunnya ayat atau hadits,.Maka di masa selanjutnya dibutuhkan pemahaman konteks atas sebuah teks  sehingga sebuah produk hukum tidak kaku dan bisa sesuai dengan kondisi terkini. Sikap berpegang teguh pada teks agama tanpa melihat konteks terkait akan melahirkan sikap yang jumud dan cenderung membahayakan.

Fenomena Penolakan terhadap pembaharuan pemikiran islam  dilakukan oleh kelompok fundamentalis. Akibatnnya mereka sering melakukan tindakan tindakan keras bahkan secara ekstrim bisa melakukan pembunuhan atas nama agama. sikap tersebut menunjukkan bahwa kelompok yang menolak pembaharuan adalah kelompok yang juga senantiasa menjadikan agama sebagai landasan atas tindakan radikalisme dan terorisme. padahal agama tidak mengajarkan hal demikian.

Baca Juga : “Ulama Sunni Yang Menjadi Korban Kelompok Radikal

Penolakan ulama terhadap pemaknaan tesk secara kaku  tertuang dalam rekomendasi Al Azhar 2020 tersebut menunjukkan bahwa Terorisme dan radikalisme bukanlah wajah asli Islam yang Rahmatan lil alamin. yang paling penting dipahami adalah bahwa sikap mereka yang keras cenderung membuat orang di luar islam menjadi takut pada islam dan melahirkan IslamoPhobia.

Tanpa Pembaharuan, islam akan menjadi agama yang sulit menyatu dengan realita yang terjadi. bahkan lebih jauh bisa menyebabkan wajah islam terlihat menakutkan.

Hakimiyat dan Jihad

Hakimiyat oleh kelompok Takfiri diartikan bahwa yang berwenang menentukan ketetapan hukum hanyalah Allah SWT. dalam term ini siapapun yang berani menetapkan hukum diluar hukum Allah maka  menjadi kafir. Pandangan semacam ini membuat mereka kemudian menghalakan darah sesama muslim yang berbeda pandangan.

Faktanya  Allah melalui firmannya pada Surah Annisa ayat 35 dan juga surah Al maidah ayat 95  menegaskan ada hukum yang juga bisa diputuskan oleh manusia.

Pembatasan makna jihad hanya diartikan memerangi pengikut agama atau kelompok lain yang berbeda, juga menjadi sorotan peserta konferensi. Makna Jihad yang dangkal itu telah dijadikan sebagai landasan untuk melegalkan tindakan keji terhadap sesama manusia bahkan sesama umat islam.

Para ulama justru menyajikan makna Jihad lebih luas dan lebih luwes, yaitu segala macam tindakan yang mendatangkan kemanfaatan, seperti mencari nafkah, membuat fasilitas bermanfaat untukkepentingan umum dll.

Pemerintahan Modern

Pengakuan ulama atas Sistem pemerintahan Moderen merupakan sinyal bahwa ide mengusung khilafah bukan merupakan perintah agama, sebab tidak ada dalil pasti atas sistem pemerintahan yang ditentukan oleh agama.

lebih jauh para ulama merekomendasikan bahwa Pemerintah yang sah berwenang untuk menumpas kelompok yang menggangu keamanan walaupun mereka berlindung dibalik nama agama.

Menolak keras Radikalisme dan Terorisme

Poin yang disepakati para ulama yang hadir dalam Konferensi al azhar  tersebut, menunjukkan betapa berbahayanya kelompok esktrim yang kaku memaknai teks agama.

Tindakan biadab mereka dengan  meng atas namakan agama  menjadi bencana bagi agama dan kemanusiaan, dan hal itu Wajib Kita Lawan !!!

Pidato Grand Syech tekait  Rekomendasi :

https://www.facebook.com/OfficialAzharEg/videos/1063902393962810/

 

Avatar
Abdul Hadihttps://carubannusantara.or.id/
Seorang Pelajar, yang selalu berusaha belajar

Latest articles

Related articles

Leave a reply

Please enter your comment!
Please enter your name here

4 × three =