Rekruitmen Kelompok Teroris melalui Jejaring Offline

Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) merekrut anggotanya dari berbagai belahan dunia, salah satunya Indonesia. Banyak yang tergiur dengan ajakan ISIS, khususnya anak-anak muda. ISIS merekrut anggota dengan berbagai cara. Tawaran mereka menggiurkan, padahal sebenarnya menjerumuskan. Sebagaimana menurut Pengamat terorisme dari Universitas Indonesia (UI) Solahudin menyatakan, media sosial memiliki peran penting dalam penyebaran paham radikalisme dan terorisme. Selain itu, media sosial pun bisa menjadi sarana rekrutmen kelompok teroris.  Namun demikian, proses rekrutmen teroris di Indonesia tidak seperti di negara-negara lain. Di beberapa negara, semisal di Eropa atau Malaysia, radikalisasi secara daring linier dengan rekrutmen.

Proses radikalisasi memang berlangsung melalui media sosial. Akan tetapi, proses rekrutmen pelaku tindakan radikal dan teror di Indonesia dilakukan secara offline, yakni dengan tatap muka atau lewat perkumpulan komunitas. Adanya kebebasan berekspresi dan berorganisasi, sehingga perekrutan bisa dengan mudah dilakukan melalui berbagai kesempatan tatap muka langsung.  Selain itu, kelompok ekstrimis tidak terlalu percaya dengan perekrutan di dunia maya lantaran kerap terjadi penipuan. Sehingga, kanal offline lebih dipercaya.

Sama halnyadilingkungan kampus diduga menjadi tempat tumbuh dan berkembangnya paham radikal. Para perekrut anggota teroris  mencari calon anggota teroris di lingkungan kampus.Perekrut akan menemui calon teroris di masjid, lalu ke tempat tinggalnya (indekos) untuk membahas mengenai jihad.

Banyak WNI yang terjebak dengan modus ISIS. Banyak cara yang tak diduga-duga digunakan oleh kelompok teroris tersebut untuk merekrut anggota baru. Modusnya antara lain menjanjikan upah tinggi, hidup enak, hubungan asmara, menyebarkan video propaganda, dan menawarkan umrah gratis.

Selain itu kurangnya pengawasan dari orangtua juga menjadi faktor anak muda terkena radikalisme. Biasanya orangtua yang menganggap anaknya terlihat baik-baik saja, akan kaget saat mengetahui anaknya terlibat aksi terorisme.

Artikel Terbaru

Related articles

Leave a reply

Please enter your comment!
Please enter your name here

nine + thirteen =