Sigi adalah Aksi Lanjutan MIT di Tahun 2020

Kabupaten Sigi merupakan sebuah kabupaten di Provinsi  Sulawesi Tengah, Ibu kotanya adalah Bora yang berada di Kecamatan Sigi Biromaru. Kabupaten ini memiliki 15 kecamatan. Pada hari Jumat (27/11) sekitar pukul 09.00 WITA di Desa Lembatongoa, Kecamatan Palolo, Kabupaten Sigi, Sulawesi tengah, delapan orang tidak dikenal datang ke lokasi transmigrasi. Lokasi yang hanya dihuni oleh sembilan kepala keluarga  atau sekitar 50 orang dari berbagai suku. Mereka langsung memasuki rumah korban dan membantai keluarga tersebut, menyebabkan keempat orang korban tewas.  

Menurut keterangan aparat kepolisian pelaku dari pembantaian tersebut merupakan kelompok Mujahidin Indonesia Timur (MIT) yang dipimpin Ali Kalora. Kelompok MIT saat ini berjumlah kurang dari 10 orang. Sedangkan Juru bicara Badan Intelijen Negara, Wawan Hari Purwanto pada April lalu menyebutkan bahwa anggota kelompok teroris pimpinan Ali Kalora itu kini hanya tersisa 7 orang setelah sebelumnya petugas melumpuhkan 5 dari 12 orang anggota pada 2019 lalu.

Kelompok ini mengalami pergantian kepemimpinan setelah Santoso alias Abu Wardah Asy Ayarqi di tembak mati pada tanggal 18 juli 2016 oleh satgas Operasi Tinombala atau operasi pengejaran terhadap kelompok terorisme Muhajidin Indonesia Timur (MIT) di wilayah Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah, sehingga sejak tahun 2016 sampai dengan sekarang di pimpin oleh Ali Kalora yang bernama asli Ali Ahmad.

baca juga: “SIGI BERDUKA” Teror MIT (Mujahidin Indonesia Timur)

Aksi penyerangan yang dilakukan oleh MIT di tahun 2020 ini bukan hanya di Sigi saja, pada Rabu, 15 April 2020. Mereka melakukan penyerangan terhadap anggota kepolisian yang tengah berjaga di depan Bank Mandiri, Jalan Pulau Irian Jaya, Gebang Rejo, Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah. dua pelaku penyerangan tersebut berhasil ditembak mati dan berhasil di identifikasi sebagai anggota Mujahidin Indonesia Timur (MIT). Kemudian pada hari Jumat, 17 April 2020, Pemenggalan kepala anggota Bantuan Kepolisian (Banpol) yang dilakukan oleh kelompok MIT pimpinan Ali Kalora. Dalam melakukan aksi kejinya tersebut mereka merekamnya dan beredar di sosial media.

Di tahun 2020 ini seolah menjadi tahunnya MIT, sebab di tahun ini tidak ada aksi terorisme yang dilakukan oleh kelompok teroris lain selain MIT, meski dalam posisi dikepung oleh aparat gabungan satgas Operasi Tinombala namun mereka masih tetap bisa melakukan aksi kejinya. (Bisa dikatakan bahwa satgas Tinombala ini kecolongan). Mungkin pesan yang ingin disampaikan oleh kelompok MIT ini adalah pertama mereka ingin menunjukan eksistensinya kepada khalayak (termasuk kepada persekutuan terbesarnya seperti ISIS dan lain sebagainya) bahwa kelompok mereka masih ada dan akan terus menjalankan jihad versi mereka, kedua mereka seolah memberikan sinyal kepada kelompok jihadis lain untuk melakukan gerakan atau aksi serupa kepada target-target yang dikehendaki.

Pembantaian di Kabupaten Sigi yang dilakukan oleh kelompok MIT, seolah menjadi semacam letupan awal dari rangkaian teror yang akan terjadi nanti. Bulan desember menjadi bulan langganan aksi teror, natal dijadikan momentum untuk melakukan aksi jihad oleh kelompok teroris, dan bisa di mungkinkan bahwa aksi pembantaian di kabupaten Sigi ini hanya untuk mengarahkan konsentrasi aparat hanya pada MIT dan wilayah Poso, sementara kelompok teroris lain akan bergerak di wilayah yang lain.

Bahaya terorisme di negeri ini masih terus mengintai, menunggu semua lengah dan mereka akan melakukan aksinya kembali. waspadalah..!!!

Artikel Terbaru

Related articles

Leave a reply

Please enter your comment!
Please enter your name here

five × 1 =