SUMUR JI’RONAH DAN UPAYA PEMBUNUHAN MASAL DENGAN RACUN

Sumur Ji’ronah  adalah sebuah sumur yang sangat bersejarah dalam dunia Islam. Sumur yang terletak di dekat Masjid Ji’ronah, merupakan salah satu miqat bagi orang yang mau melakukan umrah atau Haji.

Lokasi sumur tersebut berada di wilayah Wadi Saraf berada di sebelah timur laut kota Makah sekitar 22-26 KM.

Disarikan dari berbagai sumber, selepas Fathu Makkah,  Sebagian besar kabilah di arab memilih masuk islam dan Sebagian lagi menerima kehadiran islam, namun ada kabilah yang menolak kehadiran islam, bahkan berusaha melakukan penyerangan terhadap Rasulullah dan pengikutnya, mereka adalah kabilah hawazin dan Tsaqif.

Kabilah Hawazin dan Tsaqif bersekutu untuk melakukan perlawanan terhadap kaum muslimin. lalu peralawanan tersebut disambut oleh pasukan umat islam, namun demi menjaga kota suci Mekah agar tidak menjadi tempat pertumpahan darah, maka Rasullah memilih menyerang dan berperang di salah satu jalan antara Mekah dan Thaif. Peperangan tersebut kemudian dikenal dengan Perang Hunain, perang ini terjadi sekitar tahun 8 Hijriyah atau tahun 630 Masehi, dalam perang ini dimenangkan oleh kaum muslimin.

PEMBAGIAN GHANIMAH

Menurut pakar sejarah Al Waqidi (w.207) Rasulullah saw dan pasukannya tinggal di Ji’ronah selama 13 hari, dalam rangka menyelesaikan pembagian Ghanimah perang Hunain tersebut.

Saat bermukim disana para sahabat kehausan, dan tidak menemukan sumber mata air, melihat kondisi seperti itu Rasulullah SAW kemudian menancapkan tongkatnya dan keluarlah sumber mata air yang rasanya tawar, padahal mata air ditempat tersebut kebanyakan memiliki rasa asin. Dari mata air itulah Rasulullah SAW dan pasukannya mengambil air untuk keperluan minum dan lain sebagainya.

Di Ji’ronah ini pula kisah awal munculnya bibit kelompok “islam radikal”, yaitu Dzul khuwaisiroh Attamimi yang berani membantah Rasulullah saw Ketika beliau melakukan pembagian ghanimah.

Baca Juga : jejak awal Paham radikal

KAUM MUSYRIKIN MENEBAR RACUN

baca juga : senyawa-kimia-di-tangan-kelompok-teroris

Sumur Ji’ronah merupakan salah satu sumur yang diriwayatkan pernah diracun oleh kaum Musryikin dengan tujuan untuk membunuh kaum muslimin. Namun Allah senantiasa melindungi Rasulullah dari tipu daya musuh musuhnya. Dari kejadian tersebut (memberikan racun kedalam sumur) dapat kita simpulkan bahwa upaya pembunuhan secara masal dengan memanfaatkan media dari senyawa biokimia sebagai racun pembunuh massal bukan hanya ada pada era kekinian saja, tetapi sudah digunakan oleh penjahat kemanusiaan sejak berabad-abad yang lalu.

Upaya kaum musyrikin untuk mencelakakan Rasulullah dan pengikutnya itu akhirnya gagal karena Rasulullah mengetahui bahwa sumurnya mengandung racun. Rasulullah meludahi sumur itu, dan atas kehendak Allah sumur itu menjadi tawar bahkan bisa menjadi obat segala penyakit.

Sayangnya sumur itu kini sudah tidak bisa lagi di nikmati airnya karena otoritas Saudi sudah menutupnya. Kementrian Kesehatan Saudi beralasan bahwa penutupan itu dikarenakan sumur sudah bercampur dengan air kotor sehinga tidak sehat untuk diminum.

Sebagain sumber menjelaskan, bahwa alasan penutupan sumur itu adalah faktor Faham wahabisme yang mengangap Tindakan mencari berkah pada air sumur yang pernah di ludahi nabi itu sebagai bentuk kesyirikan.

Wallahu a’lam

Avatar
Abdul Hadihttps://carubannusantara.or.id/
Seorang Pelajar, yang selalu berusaha belajar

Latest articles

Related articles

Leave a reply

Please enter your comment!
Please enter your name here

one × 5 =