Waspada !!! Gerakan Terorisme Dalam Media Sosial

Menjaga media sosial dari gerakan terorisme

Di era teknologi Media sosial menempatkan dunia di telapak tangan Anda, sebab terdapat koneksi ke banyak orang di seluruh dunia. Media sosial membuat Anda berhubungan dengan orang-orang yang dapat membantu dan diberikan bantuan.  Adanya kanal kanal medos seperti facebook, twitter, instagram dan youtube menjadi ekpresi pengguna untuk bisa berkreasi dan melakukan ide idenya supaya di terima oleh masyarakat luas.

Umumnya Media sosial menjadi alat membuat Anda dapat terus-menerus mengetahui tentang apa pun untuk tetap terhubung. Misalnya, Twitter digunakan untuk melihat laporan cuaca atau update berita global secara acak. Facebook sudah cukup cekatan saat menawarkan beberapa hal menarik yang sesuai dengan kebutuhan Anda sedangkan instragram memperlihatkan video dan foto yang sangat menarik bagi penggunanya. Maraknya media sosial dapat di lihat juga seperti pisau bermata dua, satu sisi bisa memposisikan arus informasi semakin dekat, sisi lain media sosial di jadikan agitasi dan propaganda kelompok yang sengaja merusak tatanan sosial melalui narasi dan informasi yang tidak lengkap.

Pasalnya Media social pada dekade terkhir sangat di gandrungi oleh masyarakat Indonesia Dengan segala resikonya, masuknya era 4.0 menjadi perkembangan muntahir untuk memperlihatkan antusias pengguna melalu media socisial ( medsos), begitupun dengan hasil data dari wearesocial.com jumlah pengguna aktif internet di Indonesia mencapai 150 juta orang, jumlah tersebut jika dipersentasikan mencapai 56% dari total populasi penduduk Indonesia.

Mewaspadai Gerakan terosis menunggagi media sosial

Aksi terorisme sekarang sudah tidak lagi bergerak seperti pada umumnya teroris ‘membuat dan merakit bom secara manual’, namun seiring perkembanganya kelompok teroris  ini sudah melakukan gerakan online, berdasarkan pembicaraan Kapolri Jenderal Tito Karnavian dalam wawancara 2017 di media CNN indonesia mengungkapkan, ada dua alasan Telegram digemari kelompok teroris sebagai media berkomunikasi. Pertama, enkripsi dengan keamanan canggih, sehingga kerahasiaan percakapan terjamin. Kedua, yakni terkait kapasitas kelompok pesan (group message) yang memungkinkan menggandeng sekaligus 10.000 orang.

Melihat pembicaraan jendral tito karnavian Gerakan terorisme ini sudah melakukan kampanya di berbagi kanal media sosial dan bentuk aplikasi android menguasai grup grup telegram untuk melancarkan  strategi mereka semakin dekat untuk melakukan konsolidasi dan pembaiatan menjadi terorisme. Cara mereka bergeser pada basis online sangat berpengaruh dan dominan.  Di tambah pola ganda denga melakukan campanye ajaran islam yang tekstual ke arah yang salah, pola lain menggunakan cara jihad dengan semangat agama melalui jalur perperangan.

Kasus Terorisme, seperti yang sudah terjadi di indonesia, umumnya dilihat sebagai sesuatu yang lekat dengan ajaran agama akibat pemahaman tertentu atas ajaran agama Islam. Namun, jika kita merujuk data Peneliti Pusat Kajian Terorisme dan Konflik Sosial Universitas Indonesia tahun 2017 dan pemetaan kasus terorisme oleh Esri Story Maps pada 2017-2018, aksi teror atas nama agama bukanlah satu-satunya kategori terorisme.

Menangkal Gerakan terorisme dalam medsos

Kemajuan New Era globalisasi yang meningkat saat ini media sosial dan jaringan online menjadi sangat strategis bagi masyarakat dunia karena dapat bersifat anonymity, spektrum yang luas dan  berbiaya  murah  sebagai  sarana  komunikasi  massal.    Hal  ini  menjadikan  media sosial pilihan   yang   efektif   untuk   menyebarluaskan   berbagai   pandangan   politik,   termasuk pandangan yang radikal kepada siapa saja yang memiliki koneksitas dengan jaringan online. Karena itu, perlu respon yang terpadu guna mencegah dampak negatif dari  perkembangan teknologi   informasi,   penyebarluasan   informasi,   pandangan   dan   paham   yang   memicu radikalisme dan teror kekerasan terutama oleh pemerintah.

Latest articles

Related articles

Leave a reply

Please enter your comment!
Please enter your name here

12 + 4 =