Yordania dalam Perang Melawan Terorisme

Whatsapp Pinterest LinkedIn Tumblr +

Muncul dan tumbuhnya terorisme adalah dari penyimpangan pola pikir yang gagal memahami dirinya dan orang lain. Manusia berakal sehat akan sepakat bahwa terorisme adalah kejahatan nyata yang menyalahi norma kemanusiaan. Tentu ini tidak ada kaitannya dengan agama. Terorisme murni menginduk pada diri manusia itu sendiri, dalam literatur agama manapun tidak ada tuntunan untuk melakukan hal tersebut. Salah mengartikan sebuah dalil mungkin merupakan salah satu faktor yang mengarahkan beberapa orang melakukan aksi teror dengan mengatasnamakan agama.

Terorisme bukanlah fenomena baru, ia sudah ada dalam beberapa decade dan sekarang ini telah bermetamorfosa menjadi ancaman serius yang harus ditangani sesegera mungkin. Hal ini kemudian menjadi focus dari hampir seluruh negara di dunia. Karena jejaring terorisme ini sudah dalam lingkup internasional, dimana sekarang ini peristiwa terorisme telah terjadi di berbagai negara. Yordania salah satunya, negara yang mayoritas berpenduduk muslim ini dalam beberapa kurun waktu telah mengalami banyak peristiwa terkait terorisme. Dari Yordania mungkin kita akan belajar wawasan penting dalam penanganan isu terorisme, karena Yordan merupakan salah satu negara yang berperan aktif dalam Global War on terror.

Jordania dan Terorisme

Yordania adalah salah satu korban dari fenomena terorisme. Keamanan dan stabilitas Yordania terancam oleh organisasi teroris kiri di tahun 1960-an, dan organisasi ini juga yang memicu perang saudara di Yordania pada tahun 1970-71. Yordania juga kehilangan dua perdana menteri (Haza’a Al-Majali dan Wasfi Al-Tal) sebagai korban terorisme, yang juga menargetkan warga Yordania, institusi internal, kedutaan, diplomat dan kepentingan di luar negeri.

Yordania juga menjadi rumah dari Islamis radikal termasuk anggota al-Qaeda, dan tokoh teroris utama dari para anggota ini adalah Abu Musab al-Zarqawi, seorang Yordania sejak lahir, dan juga memiliki sejarah panjang aktivitas teroris di Yordania. Organisasi Zarqawi merupakan dalang dari pengeboman kedutaan besar Yordania di Iraq pada 7 Agustus 2003, kemudian tahun 2004 Zarqawi merencanakan penyerangan Direktorat Intelijen Umum Yordania, kantor Perdana Menteri, dan A.S. Kedutaan Besar di Amman dengan tiga truk sarat dengan 20 ton bahan peledak dan bahan kimia beracun, serangan tersebut berpotensi untuk menewaskan 80.000 orang.

Serangan teroris al-Qaeda paling serius di Yordania terjadi pada 9 November 2005 dengan pemboman bunuh diri secara serentak di tiga hotel besar di daerah Amman. Hotel tersebut adalah Radisson SAS, Grand Hyatt, dan Days Inn.

Penangan Terorisme Pemerintah Yordania

Posisi Yordania teguh dalam mengecam segala bentuk terorisme. Pada 10 November 2005, Yang Mulia Raja Abdullah II, dalam pidato kebangsaanya berkata:

“Yordania tidak tunduk pada paksaan. Kami tidak akan terintimidasi untuk mengubah posisi kita, juga tidak akan meninggalkan keyakinan kita atau kehilangan peran kita dalam pertarungan melawan terorisme dalam segala bentuknya. Sebaliknya, setiap aksi terorisme justru akan memperkuat tekad kita untuk berpegang teguh pada keyakinan kita, dan untuk menghadapi tindakan tersebut kita semua harus berusaha dengan cara apapun, mereka ini adalah orang yang berusaha merusak keamanan dan stabilitas negara.”

1. Pendidikan dan Memantau Entitas Keuangan

Salah satu upaya yang dilakukan otoritas pemerintahan Yordan adalah menutup ruang untuk pendanaan terorisme dan juga meningkatkan kurikulum Pendidikan untuk memberikan pemahaman yang luas dan utuh kepada masyarakat. Selain itu, pemerintah Yordania juga memonitor ketat ekonomi sehingga dapat secara efektif memantau aliran uang ke dan dari Bank Yordania, badan amal, dan lembaga lainnya.

2. Deradikalisasi

Juga seperti negara lain pada umumnya, Yordania juga menerapkan program De-radikalisasi terkhusus bagi para napi teroris. Dilansir dari BBC.com program deradikalisasi di Yordania adalah dengan menggunakan dalil-dalil agama untuk meyakinkan para pelaku teror bahwa tindakan kekerasan adalah salah. Pemerintah Yordania akan menyeleksi para sarjana dan tokoh ulama untuk menjadi petugas yang diterjunkan untuk melakukan deradikalisasi.

Pemerintah juga menyasar fasilitas Pendidikan dan keagamaan untuk melakukan deradikalisasi seperti di Rumah ibadah (Masjid, Gereja dll), Kampus dan Juga seminar-seminar.

3. Meningkatkan Public Service

Seperti halnya di Inggris, bagian dari strategi kontra-terorisme negara tersebut melibatkan bantuan publik. Di dalam markas besar Direktorat Keamanan Publik di Amman, terdapat pusat panggilan polisi raksasa yang terhubung dengan CCTV dan sistem pengenalan pelat nomor otomatis di seluruh kerajaan.

Dikelola oleh polisi dan pegawai 24/7 non-stop, melayani hingga 25.000 panggilan sehari dari masyarakat, meskipun sebagian besar tidak terkait dengan terorisme. Yordan mendapatkan banyak bantuan teknis di balik layar dari badan-badan kontra-terorisme Inggris.

Tetapi mereka juga telah mengembangkan aplikasi ponselnya sendiri, yang disebut “Jordan Knights”, sehingga pemuda Yordania dapat melaporkan setiap aksi yang mencurigakan.

4. Memantau Ketat Fasilitas Publik

Setelah adanya peristiwa besar yakni bom bunuh diri di tiga hotel, pemerintah Yordania mulai melakukan pemantauan ketat terhadap sejumalah fasilitas public. Bahkan juga mereka menugaskan seorang informan untuk memantau langsung.

5. Intelejen

Direktorat Intelijen Umum Yordania (GID) telah menerapkan program khusus untuk bertukar informasi mengenai keamanan dengan beberapa negara terutama Amerika Serikat atas dasar kepentingan bersama dalam melawan ancaman teroris. GID memiliki sejumlah pencapaian di bidang ini. Kewaspadaan tersebut telah membuahkan hasil. Pada bulan Februari 2006, pasukan keamanan Yordania mengendus sel al-Qaida terkait perencanaan untuk menyerang Bandara Internasional Queen Alia di Amman.

Kebijakan Yordania dalam Perang Melawan Terorisme sudah jelas, dan tidak diragukan lagi. Yordania mengerahkan upaya besar di tingkat lokal, regional maupun internasional untuk melawan terorisme. Yordania menggunakan berbagai cara dan strategi untuk memerangi terorisme. Berbagai metode pencegahan pemerintah Yordan untuk meningkatkan keamanan dan stabilitas adalah upaya serius dan menguatkan posisi Yordania terhadap perang melawan terorisme.

Share.

Leave A Reply

fifteen + nine =